Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produsen Minyak Goreng Rose Brand (TBLA) Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar

Produsen minyak goreng bermerek Rose Brand, PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) cari dana Rp500 miliar dengan cara menerbitkan obligasi.
Lahan sawit yang dikelola Tunas Baru Lampung (TBLA)
Lahan sawit yang dikelola Tunas Baru Lampung (TBLA)

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen minyak goreng bermerek Rose Brand, PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) cari dana Rp500 miliar dengan cara menerbitkan obligasi.

Emiten perkebunan Grup Sungai Budi PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) bakal menawarkan obligasi senilai Rp500 miliar dengan kupon premium. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan II Tunas Baru Lampung dengan target dana sebesar Rp1,5 triliun.

Dalam prospektusnya, TBLA menyatakan Obligasi Berkelanjutan II Tunas Baru Lampung Tahap I Tahun 2023 ditawarkan kepada publik mulai hari ini Rabu (29/3/2023) sampai dengan Kamis (30/3/2023).

Obligasi dengan pokok Rp372,5 miliar akan ditawarkan dengan jaminan kesanggupan penuh (full commitment). Obligasi bertenor 5 tahun ini ditawarkan dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,90 persen per tahun.

“Sisa dari jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp127,5 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort),” tulis manajemen.

Adapun bunga obligasi akan dibayarkan setiap kuartal sesuai dengan tanggal pembayaran. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 4 Juli 2023, sementara pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus tanggal jatuh tempo adalah pada 4 April 2028.

Obligasi Berkelanjutan II Tunas Baru Lampung Tahap I Tahun 2023 memperoleh peringkat inaA (single A) dari PT Pemeringkat Kredit Indonesia. Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan jatuh pada 5 April 2023.

Seluruh dana yang diperoleh dari penawaran obligasi ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk menambah modal kerja TBLA. Hal ini mencakup pembelian bahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam pembuatan minyak goreng dan biodiesel sekitar 50.000 ton.

Pembelian bahan baku ini berasal dari beberapa pemasok, antara lain PT Mulia Sawit Agro Lestari, PT Bumi Indawa Niaga, PT Maulana Karya Persada, PT Rezeki Kencana, PT Bio Inti Agrindo, PT Golden Oilindo Nusantara, PT Mustika Agung Sentosa, PT Palm Mas Asri, PT Buana Karya Bhakti, dan PT Perusahaan Perkebunan, Industri & Dagang Kwala Gunung.

“Pembelian dilakukan secara spot basis sehingga tidak terdapat kontrak jangka panjang.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper