Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Crossing Saham Tower Bersama (TBIG) Rp2,03 Triliun, Harga Premium

Sepanjang hari ini, saham TBIG terpantau bergerak di rentang Rp2.050—Rp2.120 per saham. 
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Teknisi melakukan perawatan Base Transceiver Station (BTS) di menara milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) di kawasan Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Perdagangan saham emiten menara grup Saratoga PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) hari ini diramaikan dengan transaksi jumbo sebesar Rp2,03 triliun di pasar negosiasi dengan harga premium.

Mengutip data D'Origin, pada Jumat (24/3/2023), terdapat transaksi crossing saham TBIG di pasar negosiasi senilai Rp2,03 triliun. Transaksi terjadi di harga Rp2.080 per saham.

Saham TBIG terkoreksi 1,44 persen atau 30 poin ke level 2.050 pada penutupan perdagangan Jumat (24/2/2023). TBIG terpantau bergerak di rentang Rp2.050—Rp2.120 per saham. 

Dengan demikian, transaksi negosiasi terjadi di atas harga pasar reguler.

Adapun transaksi crossing lain yang turut terjadi di sesi pertama di antaranya adalah saham GOTO senilai Rp238,6 miliar di harga Rp107 per saham.

Sebagai informasi, TBIG menyampaikan telah menyiapkan dana untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure tahap III tahun 2022 seri A, yang akan jatuh tempo pada 13 Maret 2023. Jumlah pokok obligasi tersebut adalah sebesar Rp1,7 triliun.

"TBIG telah menyiapkan dana untuk melunasi pokok dan bunga ke-4 obligasi tersebut kepada pemegang obligasi," ujar Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso, Selasa (28/2/2023). 

Dia melanjutkan, pelunasan pokok dan bunga ke-4 obligasi TBIG tersebut akan dilakukan dan didistribusikan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai agen pembayaran.

Sebagai informasi, tahun ini entitas Grup Saratoga tersebut harus melunasi total Rp5,96 triliun obligasi yang jatuh tempo. 

Helmy menuturkan TBIG tidak melakukan refinancing untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo tahun ini. Obligasi-obligasi tersebut akan dilunasi menggunakan kas internal perseroan.

"Obligasi yang jatuh tempo akan dilunasi menggunakan kas internal," kata Helmy kepada Bisnis belum lama ini.

Berdasarkan catatan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), TBIG memiliki setidaknya 6 obligasi yang jatuh tempo pada 2023. Jatuh tempo terdekat yakni pada 12 Maret 2023, yakni Obligasi Berkelanjutan V TBIG Tahap III tahun 2022 Seri A senilai Rp1,7 triliun.

Kemudian Obligasi Berkelanjutan III TBIG Tahap IV tahun 2020 Seri B senilai Rp867 miliar pada 24 Maret 2023, Obligasi Berkelanjutan V TBIG Tahap IV tahun 2022 Seri A Rp1,47 triliun pada 21 Agustus 2023, dan Obligasi Berkelanjutan V TBIG Tahap V tahun 2022 Rp1 triliun pada 31 Oktober 2023.

Lalu Obligasi Berkelanjutan IV TBIG Tahap I tahun 2020 Seri B Rp469 miliar pada 8 September 2023, dan Obligasi Berkelanjutan IV TBIG Tahap II tahun 2020 Seri B Rp455 miliar pada 2 Desember 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper