Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Ditutup Menguat Imbas Aksi Penyelamatan First Republic Bank

Wall Street ditutup menguat terdorong oleh bangkitnya sektor keuangan setelah pemberi pinjaman menyelamatkan First Republic Bank yang kesulitan likuiditas.
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA — Wall Street ditutup menguat penutupan perdagangan Kamis (16/3/2023) waktu setempat, terdorong oleh bangkitnya sektor keuangan setelah beberapa pemberi pinjaman terbesar di Amerika Serikat (AS) menyelamatkan First Republic Bank yang kesulitan likuiditas.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 371,98 poin atau 1,17 persen ke 32.246,55 poin. Indeks S&P 500 juga naik 68,35 poin atau 1,76 persen ke posisi 3.960,28 . Indeks Komposit Nasdaq melonjak 283,22 poin atau 2,48 persen, menjadi ditutup pada 11.717,28 .

Sektor teknologi juga berkontribusi pada kenaikan, membantu mendorong Komposit Nasdaq ke kinerja terkuatnya sejak 2 Februari 2022.

Putaran terbaru dalam saga bank regional AS terjadi setelah kenaikan suku bunga 50 basis poin oleh Bank Sentral Eropa (ECB), yang pada hari sebelumnya telah meredam sentimen investor yang sudah dirugikan oleh kekhawatiran krisis perbankan.

Institusi keuangan, termasuk JP Morgan Chase & Co dan Morgan Stanley, mengonfirmasi laporan sebelumnya bahwa mereka akan menyetor hingga 30 miliar dolar AS ke kas First Republic Bank untuk menstabilkan pemberi pinjaman itu.

"Bank saling menjaga satu sama lain," kata kepala investasi Huntington Private Bank, John Augustine, sebagaimana dikutip dari Antara (17/3/2023).

"Kami memiliki dua outlier yang turun dan sekarang mereka ingin menyelamatkan apa yang dianggap sebagai bank yang lebih utama,” lanjutnya.

Saham JP Morgan dan Morgan Stanley masing-masing naik 1,94 persen dan 1,89 persen, sedangkan First Republic Bank melonjak 9,98 persen.

Sentimen positif menyebar ke pemberi pinjaman regional lainnya, dengan Alliance Bancorp dan PacWest Bancorp masing-masing terangkat 14,09 persen dan 0,7 persen, menyusul awal yang negatif.

Indeks perbankan regional KBW melonjak 3,26 persen, sedangkan indeks perbankan S&P 500 naik 2,16 persen, karena kedua sub-indeks membalikkan kerugian.

Kekhawatiran tentang bank telah mengguncang pasar saham dalam beberapa hari terakhir setelah runtuhnya SVB Financial memicu ketakutan akan menjalarnya krisis pada bank-bank lain.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan sistem perbankan AS tetap sehat dan orang Amerika dapat merasa yakin bahwa simpanan mereka akan tersedia saat dibutuhkan.

Saham Credit Suisse yang tercacat di AS naik setelah bank mendapatkan jalur kredit hingga 54 miliar dolar AS dari bank sentral Swiss (SNB) untuk menopang likuiditas dan kepercayaan investor.

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun lebih dari yang diharapkan minggu lalu, menunjuk pada penguatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan yang dapat membujuk Fed untuk terus menaikkan suku bunga.

Angka penjualan ritel yang lemah, serta data yang menunjukkan tren penurunan inflasi produsen pada Rabu (15/3/2023) telah mendukung taruhan kenaikan suku bunga kecil oleh Federal Reserve pada pertemuannya yang ditutup pada 22 Maret.

Pasar uang sebagian besar masih memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh Fed pada pengumuman kebijakan 22 Maret.

Induk Facebook, Meta Platforms dan operator Snapchat Snap Inc terangkat 3,63 persen dan 7,25 persen, setelah pemerintah AS mengancam akan memberlakukan larangan pada TikTok saingannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper