Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Indika (INDY) Targetkan Konstruksi Tambang Emas Tahun Ini

Proyek tambang emas Indika Energy (INDY) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2025 itu kini dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan.
Proyek tambang emas Indika Energy (INDY) ditargetkan mulai beroperasi pada 2025 itu kini dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan.  gram./logammulia.com
Proyek tambang emas Indika Energy (INDY) ditargetkan mulai beroperasi pada 2025 itu kini dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan. gram./logammulia.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pertambangan PT Indika Energy Tbk. (INDY) menargetkan konstruksi proyek tambang emas mulai pada 2023 setelah menyelesaikan proses pendanaan.

INDY memberikan fasilitas pinjaman kepada sejumlah anak usahanya dengan nilai total US$250 juta atau setara Rp3,82 triliun (estimasi kurs Jisdor Rp15.300 per dolar AS) dalam rangka pengembangan proyek tambang emas.

Head of Corporate Communications Indika Energy Ricky Fernando mengatakan proyek yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2025 itu kini dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan. Adapun, dana pinjaman akan dipakai untuk mendanai konstruksi pembangunan infrastruktur, sarana fasilitas dan pembukaan lahan tambang emas di proyek Awak Mas.

“Tahun lalu kami telah menyelesaikan tahap Front End Energy Design (FEED) dan Definitive Feasibility Study (DFS) telah diselesaikan. Untuk tahun 2023, setelah mendapatkan pendanaan, kami akan fokus untuk memulai konstruksi dan pembebasan lahan. Sementara itu, produksi rencananya akan dilakukan pada 2025,” katanya kepada Bisnis, Selasa (7/3/2023).

Proyek Awak Mas dari PT Masmindo Dwi Area merupakan bisnis pertambangan emas yang telah menjadi bagian dari INDY sejak 2018. Saat itu, INDY melalui anak perusahaannya yaitu PT Indika Mineral Investindo menandatangani Perjanjian Penyertaan Saham (Subscription Agreement) dengan Nusantara Resources Limited untuk melakukan penyertaan sebesar 33,4 juta lembar.

Nusantara Resources Limited merupakan perusahaan tambang emas yang terdaftar di Bursa Efek Australia dengan simbol ticker NUS.

Dengan harga per saham AUD$23, maka total nilai transaksi tersebut mencapai AUD$7,68 juta. Pembelian saham dilakukan melalui private placement. Dengan terpenuhinya syarat dan kondisi yang diatur dalam perjanjian, Indika Energy menjadi pemegang saham di Nusantara dengan total kepemilikan 19,9 persen. 

Selanjutnya, IMI menyelesaikan akuisisi saham tersisa 72,2 persen di Nusantara Resources Limited pada 2021. Dengan demikian, kepemilikan IMI di Nusantara Resources menjadi 100 persen.

Ricky mengatakan operasional proyek Awak Mas bisa berdampak pada meningkatnya pendapatan INDY. Namun hal itu baru akan dinikmati setelah operasional berjalan pada 2025 mendatang.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono menjelaskan bahwa fasilitas pinjaman diberikan kepada PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers and Constructors, dan Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada 2 Maret 2023.

“Perjanjian fasilitas ini akan dipergunakan untuk pengembangan dan pembangunan proyek Awak mas dari PT Masmindo Dwi Area. Transaksi ini tidak berdampak material, tetapi akan meningkatkan kinerja Perseroan,” tulis Adi, dikutip Selasa (7/3/2023).

Selain fasilitas pinjaman di atas, INDY dan pihak terkait juga menandatangani surat fasilitas, perjanjian konfirmasi jaminan dan surat tambahan untuk perjanjian antar kreditur.

Perjanjian fasilitas tersebut dijamin secara pari passu berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam Indenture untuk surat utang senior 5,875 persen sebesar US$575 juta dan surat utang senior 8,250 persen sebesar US$675 juta. Adapun PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers and Constructors, dan Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. merupakan anak perusahaan INDY yang 100 persen sahamnya dimiliki secara langsung maupun tidak langsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper