Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Batal ARB, Optimistis Kinerja Tumbuh

Saham Pertamina Geothermal (PGEO) yang sempat menyentuh batas terbawah ARB mendadak naik pada akhir perdagangan.
Saham Pertamina Geothermal (PGEO) yang sempat menyentuh batas terbawah ARB mendadak naik pada akhir perdagangan. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Saham Pertamina Geothermal (PGEO) yang sempat menyentuh batas terbawah ARB mendadak naik pada akhir perdagangan. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Saham emiten energi panas bumi Grup Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), mendadak naik pada akhir perdagangan Jumat (24/2/2023), setelah sempat jatuh ke level terendah.

Saham PGEO resmi tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Namun, sepanjang diperdagangkan harganya justru terus turun nyaris kena Auto Reject Bawah (ARB).

Mengutip data Bloomberg, Jumat (24/2/2023) harga saham PGEO ditutup stagnan di level Rp875, sama seperti harga IPO. Saham PGEO sempat turun 6,86 persen atau 60 poin ke Rp815. Sepanjang hari ini, saham PGEO bergerak di kisaran Rp815-Rp925.

Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Batal ARB, Optimistis Kinerja Tumbuh

Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengatakan tidak bisa berkomentar mengenai harga saham PGEO. Namun, investor diharapkan lebih fokus pada fundamental dan kinerja perusahaan.

“Kami mengenai harga tidak bisa berkomentar, tapi dari sisi fundamental perusahaan ini adalah perusahaan yang kuat dengan margin yang kuat, balance sheet baik, jadi kalau kita lihat, kita optimistis, jangan dilihat short term, tapi lihat fundamentalnya secara keseluruhan,” ujarnya saat konferensi pers, Jumat (24/2/2023).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PGEO Ahmad Yuniarto menyampaikan bahwa sampai dengan sembilan bulan 2022 kinerja PGEO tercatat cukup solid, dengan membukukan penghasilan senilai US$287,4 juta, Ebitda US$243,5 juta, dan laba bersih US$111,4 juta.

“Kami akan terus fokus di dalam melakukan kegiatan dengan safety jadi nomor satu. Kinerja yang sudah baik akan kita teruskan dan akan semakin baik lagi,” ujarnya.

Pahala menambahkan, melalui penawaran perdana saham ini menjadi kesempatan PGEO untuk bisa meningkatkan kinerja. Selama beroperasi, total pendapatan PGEO setiap tahun tumbuh sekitar 5 persen-10 persen.

“Dengan beberapa pengembangan yang sedang dilakukan PGEO ini, akan memungkinkan pertumbuhan pendapatan dan Ebitda serta laba ke depan. Apalagi PGE sebagai perusahaan energi, adalah perusahaan energi dengan Ebitda margin terbaik saat ini, marginnya mendekati di atas 70 persen, kalau kita lihat dari sisi stabilitas keuangan baik, pertumbuhan kapasitas juga baik,” imbuhnya.  

Pahala melanjutkan, IPO PGEO juga masih bisa disebut sukses, meskipun harganya terjun bebas, karena berhasil menghimpun dana sesuai dengan target Perseroan di Rp9 triliun.

“Jadi dibilang tidak sukses ya tidak juga, kita harus melihat bagaimana IPO itu dari sisi fundamental, dari hasil dana yang dihimpun Rp9 triliun, itu kalau menurut saya dari jumlah yang ditawarkan dengan kebutuhan dana kita ternyata oversubscribe dengan angka yang cukup baik, jadi saya kurang setuju kalau tidak sukses, dilihat saja kinerja perusahaan ke depan, karena harapan kami pasar modal melihat bagaimana fundamental,” tegasnya.

Pada IPO ini, PGEO menawarkan saham ke masyarakat sebanyak 10,35 miliar saham biasa atas nama, yang mewakili sebesar 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan dan ditawarkan dengan Harga Penawaran Rp875 per saham.

Penawaran Umum IPO Perseroan juga mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed hingga 3,81 kali dari porsi pooling, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dari IPO, Perseroan berhasil meraih dana sebesar Rp9,056 triliun. Lebih lanjut Perseroan juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,50 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham atau sebanyak-banyaknya 630,39 juta saham untuk Program Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program (MESOP).

Ahmad Yuniarto menyampaikan pelepasan saham perdana atau IPO untuk mendukung rencana perseroan mengembangkan kapasitas terpasang sebesar 600 MW hingga 2027 mendatang.

Perseroan menargetkan untuk meningkatkan basis kapasitas terpasangnya yang dioperasikan sendiri, dari 672MW saat ini menjadi 1.272MW pada tahun 2027.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan bahwa PGEO berhasil menarik minat investor domestik maupun investor multinasional yang berkualitas untuk berpartisipasi dalam IPO. Adapun, beberapa investor domestik dan multinasional yang turut berpartisipasi dalam IPO PGE antara lain adalah Indonesia Investment Authority (INA) dan Masdar, perusahaan clean energy yang berkantor pusat di United Emirat Arab (UEA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper