Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Usai Akuisisi, Ini Tugas Asia Agri Buat Estika Tata Tiara (BEEF)

BEEF Wajib melanjutkan perbaikan kinerja, termasuk memenuhi kewajiban kepada kreditur putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Direktur BEI Hasan Fawzi (kedua kanan) bersama Direktur Fithri (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk. Yustinus Sadmoko (kanan), Direktur Independen Frederik Wattimena (kiri) dan Direktur Juanita Gracianti Adoe (tengah) disela-sela pencatatan saham perdana, di Jakarta, Kamis (10/1/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Direktur BEI Hasan Fawzi (kedua kanan) bersama Direktur Fithri (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk. Yustinus Sadmoko (kanan), Direktur Independen Frederik Wattimena (kiri) dan Direktur Juanita Gracianti Adoe (tengah) disela-sela pencatatan saham perdana, di Jakarta, Kamis (10/1/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan asal Singapura Asia Agri International Pte. Ltd. menjadi investor baru yang menggenggam saham produsen sosis Kibif PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF). Perseroan berencana melanjutkan perbaikan kinerja, termasuk memenuhi kewajiban kepada kreditur putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Sebagaimana diketahui, Asia Agri International mengakuisisi 31 persen saham BEEF dengan nilai transaksi mencapai Rp34,22 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Asia Agri International melaporkan telah melakukan transaksi pembelian 590 juta saham BEEF dalam kurun 16—20 Februari 2023.

Pembelian itu dilakukan dalam tiga kali transaksi di harga Rp58 per saham, yakni 89,85 juta saham dan 230 juta saham pada 16 Februari 2023. Kemudian 270,14 juta saham pada 20 Februari 2023.

“Pada prinsipnya, kami menyetujui atas akuisisi dari Asia Agri International sehingga kami dapat berjalan lebih baik,” kata Sekretaris Perusahaan Estika Tata Tiara Ratna Sari kepada Bisnis, Rabu (22/2/2023).

Ratna mengatakan saat ini BEEF masih membenahi infrastruktur dan pemasaran produk-produk. Sejalan dengan pembenahan infrastruktur, BEEF akan masuk kembali ke pasar, baik di pasar modern maupun pasar dagang-el.

Pendapatan BEEF per September 2022 tercatat hanya sebesar Rp21,75 miliar, turun signifikan sebesar Rp102 miliar dari posisi yang sama tahun sebelumnya di angka Rp123,28 miliar. Koreksi ini melanjutkan penurunan dari posisi pendapatan per September 2020 yang sempat menyentuh Rp679,13 miliar.

Ratna mengatakan penjualan pada 2023 akan berjalan mengikuti kebutuhan masyarakat atas produk-produk yang dikeluarkan. Dia tidak mengungkap target pertumbuhan tahun ini.

“Perseroan tidak menentukan target yang tinggi, tetapi tetap melaksanakan penjualan seluruh produk ke pasar sehingga kami dapat memantau kebutuhan masyarakat atas produk kami,” katanya.

BEEF mengharapkan kinerja yang lebih baik tahun ini. Beberapa rencana yang akan dieksekusi adalah pelaksanaan cicilan pembayaran kepada seluruh kreditur PKPU pada akhir Maret 2023. BEEF juga berencana menambah kapasitas pabrik, memperluas area kandang, dan membuka toko Kibif untuk 2023—2024.

Adapun jumlah aset BEEF per September 2022 adalah sebesar Rp619,26 miliar atau turun dari posisi Desember 2021 Rp673,48 miliar. Adapun liabilitas BEEF berada di Rp853,57 miliar, naik dari posisi akhir 2021 Rp847,84 miliar. Hal ini membuat ekuitas BEEF di posisi negatif Rp234,26 miliar, membengkak dari posisi akhir 2021 negatif Rp174,36 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper