Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ramai BUMN Memutuskan IPO, Bagaimana Potensinya? Cek Analisanya

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dinilai sebagai langkah baik.
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dinilai sebagai langkah baik untuk memberikan alternatif pendanaan perusahaan.

Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan saat ini sebagian besar perusahaan BUMN dan afiliasinya lebih memilih instrumen utang sebagai sumber pendanaan. 

“Menjadi beban berat saat terjadi krisis seperti pandemi ini, karena bunga harus tetap dibayar,” ujar Toto kepada Bisnis, Rabu (8/2/2023).

Langkah IPO menjadi sebuah instrumen pendanaan yang bersifat ekuitas. Hal ini dinilai positif bagi keseimbangan struktur pembiayaan perusahaan BUMN dan anak usahanya.

Dia juga menyebut aksi IPO akan membuat tuntutan good corporate governance (GCG) semakin besar bagi perusahaan BUMN yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, aspek transparansi, keadilan, dan akuntabilitas juga semakin besar sehingga menjadi fondasi baik untuk peningkatan kinerja.

Toto mencontohkan anak usaha PT Pertamina (Persero), yakni PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) memiliki prospek bagus karena kebutuhan energi hijau yang semakin meningkat. Hal ini membuat PGEO menjadi salah satu pilihan utama energi hijau meski membutuhkan belanja modal atau capital expenditure (capex) besar.

“Jadi sepanjang perusahaan ini bisa meningkatkan kinerja hasil IPO, maka prospek jangka panjang cukup baik,” jelasnya.

Selain itu, anak usaha PT Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim (PKT) disebut memiliki prospek yang bagus. PKT merupakan salah satu anak perusahaan terbesar dari sisi fasilitas, memiliki sumber pasokan gas yang dinilai handal, dan fasilitas pelabuhan dalam untuk tujuan ekspor.

PKT juga tidak hanya bergerak dalam produksi pupuk, tetapi juga produk derivasi atau produk turunan dengan nilai jual yang tinggi. Adapun pupuk yang akan diproduksi juga akan fokus pada NPK atau pupuk yang memiliki kandungan Nitrogen (N) Fosfor (P) dan Kalium (K).

“Ini semua memerlukan investasi besar dan IPO menjadi salah satu alternatif,” katanya.

Sebagai informasi, dalam PGE menetapkan kisaran harga perdana Rp820-Rp945 per saham. PGE menawarkan sebanyak-banyaknya 10,35 miliar saham dengan nilai nominal Rp500 atau 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Oleh karena itu, PGE dapat meraih dana IPO maksimal Rp9,78 triliun, dan serendah-rendahnya Rp8,48 triliun.

Perseroan akan mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,50 persen setelah IPO atau sebanyak-banyaknya 630,39 juta saham saham untuk Program Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program/ MESOP).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper