Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

ARB Berjilid-jilid, BEI Suspensi Saham Sultan Subang Indo Pureco Pratama (IPPE)

PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE) emiten milik Sultan Subang disuspensi BEI lantaran harga sahamnya turun beberapa pekan terakhir.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 26 Januari 2023  |  10:05 WIB
ARB Berjilid-jilid, BEI Suspensi Saham Sultan Subang Indo Pureco Pratama (IPPE)
Jajaran direksi PT Indo Pureco Pratama Tbk. dalam seremoni pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) saham IPPE, Kamis, 9 Desember 2021. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pemberlakuan suspensi atau penghentian perdagangan sementara untuk saham emiten milik Asep Sulaeman Sabanda alias Sultan Subang PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE). Suspensi dilakukan setelah saham IPPE mengalami pelemahan harga secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

BEI dalam pengumuman tertanggal 25 Januari 2023, BEI menyebutkan penghentian dilakukan dalam rangka cooling down setelah terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham IPPE.

Sepanjang 2023, harga saham IPPE telah turun 44,8 persen dari harga Rp125 per saham pada awal tahun menjadi hanya Rp69 per lembarnya. Di sisi lain, saham IPPE juga turun menyentuh auto reject bawah (ARB) dalam beberapa hari perdagangan terakhir.

Pada perdagangan Rabu (25/1/2023), IPPE turun 6,76 persen dan sehari sebelumnya yakni pada Selasa (24/1/2023), harganya turun 6,33 persen.

“PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE) pada perdagangan 26 Januari 2023,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M. Panjaitan.

BEI menyebutkan penghentian sementara perdagangan IPPE dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar. Dengan demikian, pelaku pasar dapat mempertimbangkan secara matang keputusan investasinya di IPPE berdasarkan informasi yang ada.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” tutup Lidia.

Asep Sulaeman Sabanda tercatat memiliki saham minoritas IPPE secara langsung sebesar 250,67 juta saham atau setara 5,45 persen per 31 Desember 2022. Dia juga menjadi pengendali IPPE lewat PT Lembur Sadaya Investama yang menguasai 1,62 miliar saham yang setara dengan 35,22 persen.

Asep Sulaeman Sabanda yang kerap disebut Sultan Subang itu belakangan menjadi sorotan karena performa saham-saham dalam portofolionya. Penurunan harga secara signifikan juga dialami oleh PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) yang juga berada di bawah kendalinya.

Harga saham ZATA yang sempat mencapai Rp120 pada awal Januari 2023, kini hanya dihargai Rp63 per lembarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IPPE bei ZATA saham arb
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top