Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Hijau, Saham Teknologi GOTO, BUKA & BELI Panen Cuan

IDXTECHNO menjadi indeks dengan penguatan tertinggi atau naik 0,83 persen di awal pembukaan IHSG hari ini.
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu kantor perusahaan sekuritas di Jakarta, Kamis (12/1/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu kantor perusahaan sekuritas di Jakarta, Kamis (12/1/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Rabu (18/1/2023). IDXTECHNO menjadi indeks dengan penguatan tertinggi pagi ini dengan naik 0,83 persen.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat pada posisi 6.771,44 atau naik 0,06 persen. IHSG sempat bergerak di rentang 6.763-6.777 sesaat setelah pembukaan.

Tercatat, 159 saham menguat, 91 saham melemah, dan 220 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp9.339 triliun.

Saham teknologi berkapitalisasi pasar besar mengalami penguatan seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang naik 2,63 persen ke 117, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) yang naik 0,76 persen ke level 264, dan PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) naik 0,44 persen ke level 458.

Phintraco Sekuritas mengatakan potensi penguatan IHSG sejalan dengan pelebaran positive slope pada MACD yang didukung stochastic RSI yang cenderung bergerak naik dari oversold area.

“IHSG hari ini diperkirakan bergerak dengan resistance 6.800 dan support di 6.680,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset harian, Rabu (18/1/2023).

Potensi penguatan IHSG yang berlanjut juga didukung oleh sejumlah sentimen eksternal. Realisasi sejumlah data ekonomi China yang lebih besar dari ekspektasi membawa optimisme pasar soal prospek perbaikan permintaan dari Negeri Panda.

“Salah satu dampak langsungnya adalah penguatan signifikan harga komoditas energi di Selasa (17/1/2023). Hal ini dapat menjadi sentimen positif bagi commodities exporting countries seperti Indonesia,” lanjut Phintraco.

Dari dalam negeri, RDG BI pada 18—19 Januari 2022 akan menjadi perhatian utama investor. BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,5 persen di tengah ekspektasi perlambatan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada FOMC Februari 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper