Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Bakrie (BNBR) Rampungkan Private Placement Rp461,8 Miliar

BNBR menyebut dana private placement Rp416,8 miliar tersebut akan digunakan untuk melakukan restrukturisasi utang perseroan.
Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) Anindya Novyan Bakrie (kanan) beserta Direktur Ahmad Amir Aswono (kiri) saat memberikan paparan publik perseroan, Jumat 10 Desember 2021. BNBR menyebut dana private placement Rp416,8 miliar tersebut akan digunakan untuk melakukan restrukturisasi utang perseroan. /Dwi Nicken Tari
Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) Anindya Novyan Bakrie (kanan) beserta Direktur Ahmad Amir Aswono (kiri) saat memberikan paparan publik perseroan, Jumat 10 Desember 2021. BNBR menyebut dana private placement Rp416,8 miliar tersebut akan digunakan untuk melakukan restrukturisasi utang perseroan. /Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA — Grup Bakrie PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) telah melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dalam rangka obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp461,8 miliar.

Manajemen BNBR mengatakan dana sebesar Rp416,8 miliar tersebut akan digunakan untuk melakukan restrukturisasi utang perseroan. Pencatatan saham hasil private placement telah dilakukan pada 23 Desember 2022.

Adapun, jumlah saham yang diterbitkan terhadap OWK sebanyak 923,61 juta (923.618.948) saham dengan nilai Rp500 per saham. Melalui aksi korporasi ini saham BNBR bertambah dari 21,16 miliar (21.160.865.261) saham menjadi 22,08 miliar (22.084.484.209) saham

“Dengan ini diumumkan bahwa PT Bakrie & Brothers Tbk (Perseroan) telah melaksanakan penambahan jumlah modal disetor dan ditempatkan dengan mengeluarkan saham baru seri D melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD),” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Selasa (27/12/2022).

BNBR tercatat masih memiliki utang sebesar Rp12 triliun. Perseroan sudah dalam tahap akhir menyelesaikan utang tersebut dan diperkirakan dapat menyelesaikannya pada kuartal I/2023.

Manajemen menilai selesainya restrukturisasi akan memperkuat struktur neraca BNBR. Sejak tahun 2016 sampai 2022, BNBR telah melakukan restrukturisasi utang senilai Rp11 triliun dan telah melunasi seluruh utang tersebut.

Selain utang, aksi korporasi lain dari BNBR adalah rencana IPO anak usaha yakni PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR). IPO VKTR menjadi fokus utama BNBR sebagai upaya memimpin industri elektrifikasi transportasi.

Ke depannya akan ada beberapa inovasi dan model bisnis untuk peluang-peluang baru yang ada. Terlebih lagi BNBR menilai pentingnya green stock demi mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pencapaian dekarbonisasi dan meningkatkan Foreign Direct Investment.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper