Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gunung Raja Paksi (GGRP) Siapkan Capex Rp328 Miliar untuk 2023

Sebagian dana capex PT Gunung Raja Paksi Tbk. dipergunakan untuk pembangunan solar panel sebagai upaya perseroan menjadi perusahaan yang lebih ramah lingkungan.
Fasilitas pengolahan baja Gunung Raja Paksi/gunungrajapaksi.com
Fasilitas pengolahan baja Gunung Raja Paksi/gunungrajapaksi.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten baja dan besi PT Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP) menyiapkan capex sekitar Rp328 miliar untuk 2023, adapun alokasi dana capex dipergunakan untuk penguatan produksi perseroan.

Direktur Keuangan GGRP Roymond mengungkapkan, untuk 2023 perseroan menganggarkan capex US$21 juta atau setara dengan Rp328 miliar (kurs Rp15.619 per dolar AS).

“Pengeluaran ini fokus kita untuk menunjang produksi untuk memproduksi baja berkualitas tinggi,” jelasnya dalam paparan publik, Kamis (15/12/2022).

Adapun, capex yang disiapkan juga termasuk dianggarkan untuk pembangunan solar panel sebagai bagian dari upaya perseroan menjadi perusahaan yang lebih ramah lingkungan.

“Capex ini estimasi paling sedikit, di mana seiring dengan perkembangan situasi bisnis 2023, perseroan tidak mentup kemungkinan melakukan penyesuaian capex untuk terus menangkap peluang yang ada di pasar,” ungkap Roymond.

Berdasarkan catatan Bisnis, pada 2022 sendiri, GGRP menganggarkan capex di kisaran US$54 juta – US$72 juta. Belanja modal tersebut digunakan untuk ekspansi mesin light section mill.

Adapun, terkait dengan kinerja perseroan, sampai dengan kuartal III/2022 GGRP mencatat pertumbuhan laba bersih mencapai US$49 juta, atau naik 22 persen dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba bersih GGRP dihasilkan dari kinerja hingga September 2022, di mana penjualan bersih GGRP tercatat mencapai US$723 juta atau meningkat 44 persen YoY, dari tahun lalu yaitu US$502 juta.

“Segmen baja lembaran memiliki kontribusi 69 persen. Peningkatan ini ditunjang produksi baja berkualitas tinggi yang juga meningkat 36 persen YoY,” ungkap Roymond.

Adapun, laba kotor US$73 juta, meningkat 3 persen yoy dan EBITDA sebesar US$103 juta atau tumbuh 17 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Ibad Durrohman

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper