Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dolar AS Turun Tipis Terimbas Kekhawatiran Resesi dan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,2 persen pada perdagangan, Rabu (07/12/2022).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  06:00 WIB
Dolar AS Turun Tipis Terimbas Kekhawatiran Resesi dan Kenaikan Suku Bunga The Fed
Ilustrasi utang pemerintah Indonesia dalam mata uang dolar AS. Bisnis / Himawan L Nugraha.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar AS turun tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (07/12/2022), di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi, sementara pelonggaran pembatasan COVID China menopang yuan.

Beberapa eksekutif bank AS bersiap untuk menghadapi ekonomi AS yang diproyeksi memburuk tahun depan. Di antara mereka, CEO Bank of America Brian Moynihan mengatakan kepada investor di konferensi keuangan Goldman Sachs bahwa penelitian bank menunjukkan "pertumbuhan negatif" pada paruh pertama 2023, tetapi kontraksi akan "ringan".

Beberapa investor telah mengantisipasi Fed akan segera memperlambat laju pengetatan suku bunga, tetapi data ketenagakerjaan, jasa-jasa dan pabrik AS yang positif baru-baru ini telah menambah ketidakpastian investor atas prospek kebijakan Fed. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku lagi ketika bertemu minggu depan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, terakhir turun 0,2 persen.

Satu pandangan adalah bahwa "kekhawatiran resesi akan mendorong Fed untuk berhenti. Inilah mengapa dolar melemah di sini," kata Edward Moya dari OANDA di New York, dikutip Antara, Kamis (08/12/2022).

"Lonjakan suku bunga memiliki pendorong utama penguatan dolar selama setahun terakhir," Katanya.

Terhadap dolar, euro naik 0,2 persen menjadi 1,0488 dolar. Euro telah meningkat baru-baru ini di tengah tanda-tanda bahwa penurunan ekonomi Eropa mungkin tidak seburuk yang dikhawatirkan sebelumnya.

Dolar juga melemah 0,2 persen terhadap yen Jepang. Kemudian, dolar AS turun 0,1 persen terhadap dolar Kanada. Bank sentral Kanada menaikkan suku bunga acuan overnaight sebesar 50 basis poin menjadi 4,25 persen, level tertinggi dalam hampir 15 tahun, dan mengisyaratkan operasi pengetatan hampir berakhir.

Di Asia, yuan China menguat karena pemerintah sebelumnya mengumumkan langkah-langkah yang menandai perubahan tajam pada kebijakan keras nol-COVID yang telah menghancurkan ekonominya dan memicu protes bersejarah.

Otoritas kesehatan nasional China mengatakan kasus COVID-19 tanpa gejala dan mereka yang memiliki gejala ringan dapat melakukan pengobatan sendiri saat berada di karantina di rumah.

Pengumuman itu adalah tanda terkuat sejauh ini bahwa China sedang mempersiapkan rakyatnya untuk hidup bersama penyakit tersebut, meskipun para analis mengatakan jalan untuk membuka kembali ekonomi sepenuhnya akan panjang dan bergelombang.

Dolar terakhir turun 0,1% terhadap yuan China di pasar luar negeri. Di pasar uang kripto, bitcoin terakhir 1,7 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as Resesi bank of america Kebijakan The Fed Covid-19 bitcoin
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top