Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Lanjutkan Tren Penurunan

Indeks S&P 500 tergelincir 7,34 poin atau 0,19 persen, sementara Indeks Nasdaq merosot 56,34 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir pada 10.958,55 poin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  06:45 WIB
Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Lanjutkan Tren Penurunan
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg - Michael Nagle
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Wall Street ditutup beragam setelah sesi berombak pada akhir perdagangan Rabu (07/11/2022), dengan indeks S&P dan Nasdaq memperpanjang penurunan karena investor berjuang untuk memahami arah yang jelas saat mereka mempertimbangkan dampak pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve ke perusahaan AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,58 poin atau 0,005 persen, menjadi menetap di 33.597,92 poin. Indeks S&P 500 tergelincir 7,34 poin atau 0,19 persen, menjadi berakhir di 3.933,92 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 56,34 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir pada 10.958,55 poin.

Tiga dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor perawatan kesehatan salah satunya. Sektor teknologi dan jasa-jasa komunikasi, masing-masing turun 0,5 persen dan 0,9 persen, merupakan sektor yang berkinerja terburuk.

Untuk indeks acuan S&P 500, ini merupakan penurunan sesi kelima berturut-turut, sedangkan Nasdaq berakhir turun untuk keempat kalinya berturut-turut. Dow menghentikan penurunan beruntun dua sesi, karena berakhir naik tipis dari hari sebelumnya.

Nasdaq terseret oleh penurunan 1,4 persen saham Apple Inc karena pemotongan target pengiriman iPhone oleh Morgan Stanley dan penurunan 3,2 persen Tesla Inc karena kekhawatiran kerugian produksi.

Pasar juga telah diguncang oleh komentar suram dari para eksekutif puncak di Goldman Sachs Group Inc, JPMorgan Chase & Co dan Bank of America Corp pada Selasa (6/12/2022) bahwa resesi ringan hingga lebih parah kemungkinan besar berada di depan.

Kekhawatiran bahwa bank sentral AS mungkin mempertahankan siklus kenaikan suku bunga yang lebih lama telah meningkat baru-baru ini setelah laporan pekerjaan dan sektor jasa-jasa yang kuat.

Lebih banyak data ekonomi, termasuk klaim pengangguran mingguan, indeks harga produsen dan survei sentimen konsumen Universitas Michigan minggu ini, akan berada dalam daftar pantauan untuk petunjuk tentang apa yang diharapkan dari Fed pada 14 Desember.

"Rasanya kita berada dalam periode yang sangat tidak pasti, di mana investor mencoba untuk memastikan apa yang lebih penting ketika pembuat kebijakan memperlambat suku bunga tetapi data tidak mendukung," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA, sebagaimana dikutip Antara, Kamis (08/12/2022).

"Pasar sedang mencoba untuk menyeimbangkan headwinds dan tailwinds dan ini menyebabkan beberapa kebingungan," lanjutnya.

Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, ditutup pada 22,68, penutupan tertinggi sejak 18 November.

Pelaku pasar uang memperkirakan peluang 91 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bunga acuan utamanya sebesar 50 basis poin pada Desember menjadi 4,25 persen-4,50 persen, dengan suku bunga memuncak pada Mei 2023 sebesar 4,93 persen.

Kekhawatiran tentang kenaikan tajam dalam biaya pinjaman telah mendorong dolar, tetapi merusak permintaan untuk aset-aset berisiko seperti ekuitas tahun ini. S&P 500 berada di jalur untuk menghentikan kemenangan beruntun tiga tahun.

Sektor energi turun untuk sesi kelima berturut-turut. Kinerja sektor ini dibebani oleh penurunan harga minyak mentah AS, menetap di level terendah pada 2022, karena kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global menghapus semua keuntungan sejak invasi Rusia ke Ukraina memperburuk krisis pasokan energi global terburuk dalam beberapa dekade.

Carvana Co mengalami hari terburuknya sebagai perusahaan publik, kehilangan hampir setengah nilai sahamnya, setelah Wedbush menurunkan peringkat saham pengecer mobil bekas itu menjadi underperform (berkinerja buruk) dari netral dan memangkas target harganya menjadi 1,0 dolar AS.

Sementara itu, United Airlines diperdagangkan 4,1 persen lebih rendah. Serikat pekerja yang mewakili berbagai pekerja di maskapai penerbangan itu mengatakan mereka akan bergabung dalam negosiasi kontrak.

Saham terkait transportasi umumnya turun. Delta Air Lines dan American Airlines Group masing-masing anjlok 4,4 persen dan 5,4 persen, dengan operator pelayaran kapal pesiar Carnival Corp dan Norwegian Cruise Line Holdings dan akomodasi- terkait Airbnb Inc dan Booking Holdings semuanya turun antara 1,7 persen dan 4,4 persen.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,29 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,98 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street federal reserve nasdaq indeks S&P 500 apple inc Tesla Motors
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top