Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

WIKA Bakal Dapat Suntikan PMN Demi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Suntikan penyertaan modal negara (PMN) guna penyelamatan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  13:45 WIB
WIKA Bakal Dapat Suntikan PMN Demi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung
Karyawati beraktivitas di depan logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN bakal menyiapkan penyertaan modal negara (PMN) khusus guna penyelamatan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dari beban penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menerangkan WIKA ini ada permasalahan karena memiliki porsi ekuitas sekaligus kontraktor KCJB.

"Oleh karena ada ekuiti dan kontaktor di kereta cepat ini ada dua opsi, apakah 2024 kami ajukan PMN di WIKA atau kami ajukan di KAI [Kereta Api Indonesia] membeli saham WIKA di kereta cepat," terangnya dikutip Selasa (6/12/2022).

Tiko, sapaan akrabnya, menerangkan berdasarkan Perintah Presiden terakhir, konsorsium dipimpin oleh KAI bukan WIKA. Dengan begitu, jika urusan kontrak dengan China Development Bank (CDB) rampung baru akan diajukan PMN untuk KAI.

KAI, lanjutnya, akan mengambil alih saham WIKA di KCJB supaya WIKA secara neraca tidak terbebani lagi. Targetnya, PMN diberikan pada 2024.

Tiko juga sudah menyiapkan sejumlah strategi penyehatan BUMN karya lainnya, seperti WSKT melalui dua kali PMN, ADHI melalui rights issue dan PMN, sertw Hutama Karya yang masih akan terus mendapatkan PMN untuk merampungkan tol Trans Sumatera.

Kartika juga menjelaskan, proses pencairan dana PMN cukup memakan waktu karena proses penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) yang lambat. Namun, lanjutnya, PP tersebut pada akhirnya sudah diterbitkan.

"Diproyeksikan dana PMN cair di minggu ketiga Desember. Karena itu kami danai sementara dengan Perusahaan Penjamin Aset untuk melakukan perbaikan pesawat," ujarnya dalam rapat di Komisi VI DPR/RI, Senin (5/12/2022).

Selain rencana pencairan PMN, emiten bersandi GIAA itu juga akan melaksanakan private placement atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan cara konversi utang Obligasi Wajib Konversi sebesar Rp1 triliun oleh pemerintah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya wika BUMN Kereta Cepat
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top