Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Utang PTBA Bengkak Akibat Peningkatan Produksi Batu Bara dan Harga BBM

Liabilitas atau utang PTBA membengkak hingga Rp14,7 triliun akibat kenaikan harga BBM dan ongkos produksi batu bara.
Artha Adventy
Artha Adventy - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  11:11 WIB
Utang PTBA Bengkak Akibat Peningkatan Produksi Batu Bara dan Harga BBM
Liabilitas atau utang PTBA membengkak hingga Rp14,7 triliun akibat kenaikan harga BBM dan ongkos produksi batu bara. - Bisnis / Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten BUMN pertambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dalam laporan keuangan kuartal III/2022 membukukan peningkatan liabilitas sebesar 24,5 persen secara tahunan. Utang PTBA tersebut membengkak menjadi Rp14,7 triliun.

Pembengkakan utang tersebut disebabkan oleh beberapa hal seperti peningkatan produksi batu bara dan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sekretaris PTBA Apollonius Andwie C mengatakan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia mengatakan jika terdapat tiga penyebab utang PTBA membengkak.

Pertama, peningkatan utang usaha kepada jasa penambangan PT Pama Persada Nusantara meningkat 62 persen sebesar Rp248,16 miliar, PT Putra Perkasa Abadi meningkat 100 persen sebesar Rp258,92 miliar, akibat peningkatan produksi batu bara dan peningkatan harga BBM.

Utang usaha juga meningkat akibat angkutan batu bara oleh PT Kereta Api Indonesia sebesar Rp360,10 miliar serta peningkatan pembelian BBM kepada PT Pertamina sebesar Rp134,15 miliar.

Kedua, adanya peningkatan biaya yang masih harus dibayar atas jasa penabangan sebesar Rp816 miliar, jasa angkutan kereta api Rp221 miliar, dan sewa alat berat senilai Rp267,6 miliar.

Ketiga, adanya peningkatan liabilitas sewa seiring dengan penambagan kontrak sewa alat kepada PT Putra Perkasa Abadi sebesar Rp399,33 miliar, PT Prima Indojaya Mandiri sebesar Rp61,25 miliar, PT Serasi Autoraya sebesar Rp48,74 miliar dan PT Leo Anugerah Sukses Rp37,80 miliar.

Apollonius menjelaskan jika peningkatan liabilitas pada dasarnya untuk mendukung kinerja operasional perseroan.

“Peningkatan liabilitas tersebut tidak memiliki dampak secara material terhadap kinerja keuangan,” tulisnya, dikutip Kamis (1/12/2022).

Sebelumnya, emiten berkode PTBA ini mencatatkan total produksi batu bara hingga kuartal III/2022 mencapai 27,7 juta ton, meningkat 21 persen dibanding kuartal III/2021 yang sebesar 22,9 juta ton.

Penjualan batu bara PTBA sampai dengan Kuartal III/2022 sebanyak 23,5 juta ton, tumbuh 12 persen secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten ptba bukit asam batu bara liabilitas utang
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top