Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Strategi Semen Indonesia (SMGR) Sambut Kebangkitan Sektor Konstruksi 2023

Setidaknya ada empat tantangan yang membayangi industri semen Tanah Air. Namun, Semen Indonesia telah mempersiapkan strategi untuk menghadapi hal tersebut.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  03:31 WIB
Strategi Semen Indonesia (SMGR) Sambut Kebangkitan Sektor Konstruksi 2023
Semen Indonesia/https://semenindonesiabeton.com -
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten Holding BUMN semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) berupaya fokus pada strategi pengelolaan bisnis berkelanjutan demi menghadapi tantangan-tantangan periode 2023.

Direktur Utama Semen Indonesia Donny Arsal melihat setidaknya ada empat tantangan yang membayangi industri semen Tanah Air.

"Pertama, perlambatan pertumbuhan sektor konstruksi dan real estat dari sekitar 4 persen secara tahunan pada kuartal I/2022 menjadi hanya 0,6 persen year-on-year [yoy] pada kuartal III/2022," ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Rabu (30/11/2022).

Kedua, volume permintaan semen nasional sepanjang tahun ini diproyeksi menciut sekitar 2 persen hingga 3 persen dibandingkan dengan realisasi pada 2021. Kondisi ini dibarengi oleh kompetisi yang semakin ketat dengan masuknya Semen Grobogan dan Semen Singa Merah ke pasar pada tahun ini.

Penjualan semen domestik pada Oktober 2022 tercatat 5,46 juta ton. Jumlah tersebut turun 16,7 persen dari periode yang sama tahun lalu yang dapat mencapai 6,55 juta ton. Pangsa pasar SMGR tercatat mencapai 48 persen atau sebesar 2,62 juta ton dari total.

Ketiga, lanjut Donny, kelebihan pasokan alias oversupply di industri semen masih berlanjut. Dengan estimasi total kapasitas produksi 119 juta ton per tahun dan konsumsi sekitar 63 juta ton, oversupply di industri bahan bangunan itu mencapai sekitar 56 juta ton.

Tantangan lain juga datang dari lonjakan harga batu bara yang dilanjutkan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai awal September 2022.

Sederet tantangan tersebut diproyeksi masih membayangi industri semen pada tahun depan. Namun, peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama bagi Semen Indonesia sebagai perusahaan yang mampu merebut pangsa pasar dan memacu efisiensi internal.

Salah satu peluang datang dari meningkatnya porsi dana infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. Untuk tahun depan, anggaran infrastruktur naik 7,75 persen yoy dari outlook APBN 2022 sebesar Rp363,8 triliun menjadi Rp391,9 triliun.

Meningkatnya anggaran itu berpotensi membawa efek domino terhadap permintaan semen untuk proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Megaproyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara juga menambah panjang daftar katalis positif bagi emiten di sektor semen.

Menghadapi tantangan tersebut, Donny menerangkan memiliki empat pilar utama yang dijalankan guna menghadapi tantangan bisnis pada 2023. Keempat strategi tersebut, yakni mendominasi pasar domestik, pendekatan pelanggan dengan solusi dan produk, keunggulan operasional dan digitalisasi rantai nilai, serta pertumbuhan berkelanjutan.

"Dominasi pasar domestik, kami bicara sizeable market share dengan peningkatan margin, dikombinasi dynamic pricing dan multi brand strategy guna menghadapi kompetitor dengan harga di bawah premium brand kami, jadi dapat sizeable market share," jelasnya.

Lebih lanjut, yang disebut dengan strategi multi brand, yakni dengan menambah pemasaran merek yang kualitasnya lebih rendah dari kualitas premium milik Semen Indonesia. Contohnya, produk Semen Gresik menjadi yang paling premium dalam produk SMGR, di wilayah distribusinya ditambah semen produk BUMN lain yang dapat bersaing secara harga dengan kompetitor semen baru lain, semen kualitas lain tersebut seperti semen Tonasa dan Dynamix.

Selain itu, SMGR juga berupaya terus mendominasi proyek infrastruktur pemerintah. Hingga saat ini, kontribusi semen grup SMGR mencapai 75 persen di total proyek strategis nasional (PSN).

SMGR lanjutnya bakal menyiapkan turunan produk, melakukan digitalisasi proses bisnis sehingga dapat mengetahui kondisi persaingan pasar lebih cepat jadi dapat merespons lebih baik.

"Harapkan bisa berikan produk dengan nilai tambah yang lebih baik, jadi beri kontribusi margin yang lebih baik," terangnya.

SMGR juga mendorong program keberlanjutan sejalan dengan inisiatif menurunkan emisi karbon dioksida (CO2). Inisiatif tersebut untuk tahap awal menargetkan pengurangan emisi gas buang hingga 557 kg CO2/ton semen pada 2025. Adapun, target hingga 2030 dapat menurunkan emisi menjadi 493 kg CO2/ton semen.

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni menambahkan bahwa kesuksesan pihaknya menjalankan operasional dan praktik bisnis yang lebih baik pada tahun ini tercermin dari penghargaan yang berhasil diraih dalam beberapa bulan belakangan.

"Komitmen Semen Indonesia dalam keberlanjutan dapat dilihat dari program dan inisiatif perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip ESG dalam rangka memperkuat ketahanan bisnis perusahaan di masa mendatang, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ungkapnya.

Beberapa anak usaha Semen Indonesia tercatat memboyong beberapa penghargaan dalam Indonesian Sustainable Development Award (ISDA) 2022. Misalnya, PT Semen Tonasa berhasil meraih sebelas penghargaan, salah satunya The Most Committed Corporate on SDGs for Environment Pillars.

Ada juga, Top Corporate Leadership on SDGs Years of 2022 untuk Direktur Utama PT Semen Tonasa Mufti Arimurti, penghargaan Kategori Terbaik 3 General Manager General Manager Komunikasi dan Hukum PT Semen Tonasa, Andi Muhammad Said Chalik, serta penghargaan Kategori Terbaik 3 Community Development Officer untuk Implementasi Community Development Unit CSR PT Semen Tonasa, Baso Amir.

Program-program yang disorot, yaitu Bedah Rumah Desa Bowong Cindea, Pengembangan Wisata Mangrove Desa Bulu Cindea, Program Rumah Singgah Kelurahan Bontoa, Elektrifikasi Pengadaan 20 Unit Solar Cell Desa Tabo-Tabo, program pengembangan Pompa Pertanian Kelurahan Kalabbirang, Taman Kehati Bulu Sipong, serta Bantuan Beasiswa Packing Plant Maluku Utara.

Sementara itu, PT Semen Padang meraih dua penghargaan Kategori Gold untuk program perbaikan in-take aliran Sungai Lubuk Sariak di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, dan program konservasi Ikan Bilih di Taman Keanekaragaman Hayati PT Semen Padang dan di Danau Singkarak Nagari Sumpur Tanah Datar.

Anak usaha Semen Indonesia lainnya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SCMB) alias SBI pabrik Narogong meraih dua penghargaan Kategori Gold untuk program Pertanian Terpadu dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat (Integrated Farming) dan program Enterprise-based Vocational Education. 

Penghargaan Kategori Terbaik I Local Hero untuk Kepala Desa Tegaldowo Kundari dalam program mitra yang berperan aktif dalam community involvement dan development PT Semen Gresik, serta penghargaan Kategori Terbaik II Local Hero untuk Ketua PKK Desa Ngampel Nikmatus Zahroatin dalam program pemanfaatan pekarangan dan pengembangan pangan lokal.

Terakhir, PT Semen Gresik meraih tiga penghargaan Kategori Gold untuk program pemberdayaan ekonomi sosial dan penguatan community engagement melalui Rumah BUMN Rembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smgr semen indonesia
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top