Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Emiten Hary Tanoe (BHIT) Incar Tambahan Cuan Rp4,2 Triliun dari IATA

IATA diperkirakan dapat memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 4,2 triliun atau mewakili 16,50 persen dari total pendapatan BHIT pada 2023.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 November 2022  |  10:22 WIB
Emiten Hary Tanoe (BHIT) Incar Tambahan Cuan Rp4,2 Triliun dari IATA
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten milik Hary Tanoesoedibjo PT MNC Asia Holding Tbk. (BHIT) resmi memiliki 44,09 persen atau sebanyak 11.127.666.666 saham emiten batu bara PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) setelah periode penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights Issue IATA.

Aksi korporasi tersebut dilakukan untuk melunasi surat sanggup IATA yang diterbitkan kepada BHIT, dalam rangka pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources (BCR), perusahaan induk dari delapan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang sebelumnya dimiliki perseroan.

Setelah rights issue, kinerja IATA akan dikonsolidasikan ke dalam kinerja BHIT, sekaligus mengukuhkan pilar bisnis keempat dari MNC Group, yang meliputi media dan hiburan, jasa keuangan, perhotelan, dan energi.

“Ke depannya, MNC Group meyakini kontribusi IATA yang akan menjadi salah satu pendorong pendapatan, EBITDA, dan laba bersih Perseroan,” ungkap Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group dalam keterangan pers, Jumat (18/11/2022).

IATA telah mengantongi cadangan batu bara sebanyak 332 juta MT. Adapun kegiatan pengeboran yang dilakukan IATA belum mencapai 20 persen dari 72.478 Ha keseluruhan area penambangan yang dimiliki. Seluas 59.035 Ha di antaranya masih dalam proses eksplorasi, sehingga IATA yakin cadangan terbukti akan terus meningkat, setidaknya mencapai 600 juta MT untuk semua IUP.

Menuju 2023, produksi batu bara IATA ditargetkan untuk menembus 10 juta MT dan akan terus meningkat seiring bertambahnya proven reserves hasil eksplorasi serta bertambahnya kontrak pembelian dengan para trader batu bara di masa depan.

“Hal tersebut tentunya akan membawa angin segar bagi performa bisnis Perseroan. Tahun depan, IATA diperkirakan dapat memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 4,2 triliun atau mewakili 16,50 persen dari total pendapatan BHIT, menduduki posisi kedua setelah kontribusi bisnis media dan hiburan MNC Group,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hary tanoesoedibjo MNC Energy Investments iata rights issue bhit
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top