Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Balik Lagi! Lo Kheng Hong Genggam 5 Persen Saham Gajah Tunggal (GJTL)

Setelah sempat hilang di data KSEI, Lo Kheng Hong (LKH) kini kembali memegang kepemilikan saham Gajah Tunggal (GJTL) sebanyak 5,17 persen.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 November 2022  |  13:43 WIB
Balik Lagi! Lo Kheng Hong Genggam 5 Persen Saham Gajah Tunggal (GJTL)
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis - Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepemilikan investor kawakan Lo Kheng Hong di saham PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) kembali berada di atas 5 persen dan tercatat menjadi pemegang minoritas.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Senin (14/11/2022), Lo Kheng Hong (LKH) memegang kepemilikan GJTL sebanyak 5,17 persen atau 180.001.000 lembar melalui 8 rekening sekuritas yang berbeda.

Kembalinya LKH sebagai pemegang saham minoritas GJTL setelah sebelumnya pada data KSEI per 9 November 2022, namanya tidak muncul menjadi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5 persen dari GJTL.

Padahal, dari laporan per 30 September 2022, namanya masih ada dengan menggenggam saham sebanyak 180.001.000 saham setara 5,165 persen.

Jika mengacu pada data lama dan terbaru KSEI, jumlah kepemilikan saham Pak Lo, begitu dia disapa, tidak berubah sama sekali.

Bursa saham saat ini menggunakan single investor identification (SID) sehingga meski pemegang saham memecah kepemilikannya menggunakan beberapa nominee, nama pemegang saham asli bakal tetap muncul selama total kepemilikannya di atas 5 persen.

Hingga penutupan sesi I, saham GJTL melemah 0,85 persen atau 5 poin ke harga 585 dengan kapitalisasi pasar 2,04 triliun.

Harga saham GJTL sejak menghilangnya nama LHK pada 9 November 2022 mengalami pelemahan 3 kali termasuk pada perdagangan hari ini, dan telah melemah 4,8 persen dari posisi harga 615 pada penutupan 8 November 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah tunggal lo kheng hong ksei
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top