Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendapatan Iklan Turun, NET TV (NETV) Catatkan Rugi Bersih Rp147,56 Miliar

PT Net Visi Media Tbk. (NETV) catatkan rugi bersih Rp147,56 miliar pada kuartal III/2022. Membengkaknya kerugian disebabkan turunnya pendapatan iklan.
PT Net Visi Media Tbk. (NETV) melaksanakan seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/1/2022).
PT Net Visi Media Tbk. (NETV) melaksanakan seremoni pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/1/2022).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten media PT Net Visi Media Tbk. (NETV) mencatatkan kinerja negatif hingga September 2022. Rugi bersih emiten penyiaran ini makin dalam mencapai Rp147,56 miliar. Angka kerugian ini membengkak dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp119,35 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2022, NETV mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp285,51 miliar atau menurun 19,5 persen dari periode yang sama atau year-on-year (yoy).

Pada tahun 2021, NETV membukukan pendapatan sebesar Rp354,69 miliar. Komponen pendapatan NETV hanya terdiri dari pendapatan iklan dan lain-lain.

Secara rinci, pendapatan iklan dari NETV menurun 18,69 persen menjadi Rp257,51 miliar, dan pendapatan lain-lain menurun 26,24 persen menjadi Rp27,99 miliar.

Selanjutnya, NETV mencatatkan penurunan beban program dan siaran dari Rp223,81 miliar menjadi Rp163,28 miliar pada kuartal III/2022. Hal ini membuat laba kotor NETV turun 6,61 persen menjadi Rp122,22 miliar dari Rp130,87 miliar.

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan, NETV mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp147,56 miliar pada kuartal III/2022.

Sementara itu, jumlah aset NETV teracatat menurun 1,56 persen dari Rp1,7 triliun di akhir tahun 2021 menjadi Rp1,67 triliun pada kuartal III/2022. Di sisi lain, jumlah liabilitas meningkat 0,34 persen dari Rp1,72 triliun pada 31 Desember 2021 menjadi Rp1,73 triliun pada 30 September 2022.

Kemudian untuk kas dan setara kas akhir periode terjadi peningkatan 8,71 persen dari Rp9,88 triliun menjadi Rp10,75 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper