Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ternyata Asian Development Bank (ADB) Beli Saham IPO OneMed (OMED)

Penawaran umum perdana saham OneMed disebut mendapat respons positif dari berbagai investor baik institusi domestik, dan investor institusi asing.
Logo Asian Development Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (8/4/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Logo Asian Development Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (8/4/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten alat kesehatan yang baru saja IPO, PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) atau OneMed mendapatkan investor global sekelas Asian Development Bank (ADB) saat mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada (8/11/2022).

Penawaran umum perdana saham OneMed disebut mendapat respons positif dari berbagai investor baik institusi domestik, investor institusi asing, dan investor ritel.

Berbagai investor ternama dari investor global, sovereign wealth fund, hingga investor domestik ikut menyerap saham OneMed sehingga mengalami 11 kali oversubscription.

Kepala Unit Investasi Kesehatan & Pendidikan, Operasi Sektor Swasta Asian Development Bank Aniruddha Patil mengatakan pengembangan produksi lokal untuk peralatan dan perbekalan kesehatan merupakan langkah penting menuju swasembada.

"Mendukung kehadiran OneMed di Indonesia dapat membantu memperkuat pertahanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (9/11/2022).

Komisaris Utama OneMed Jemmy Hartanto menjelaskan tujuan OneMed memajukan sektor kesehatan di Indonesia ternyata sejalan dan mendapat dukungan dari ADB.

"Kami sangat mengapresiasi support dari ADB dan kami juga tidak sabar untuk bekerja sama lebih erat lagi dengan ADB sebagai salah satu investor OneMed," ujarnya.

Jemmy Hartanto menjelaskan pada IPO ini, OneMed menawarkan lebih dari 4 miliar lembar saham baru dengan harga penawaran Rp204 per saham dan berhasil meraih dana sebesar Rp828 miliar.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT CIMB Niaga Sekuritas, dan PT Ciptadana Sekuritas Asia. Adapun pemegang saham OneMed setelah Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah PT Intisumber Hasil Sempurna sebesar 83,30 persen, Yacobus Jemmy Hartanto sebesar 0,85 persen, Siane Soetanto sebesar 0,85 persen, dan masyarakat sebesar sebesar 15,00 persen.

"Valuasi saham OneMed cukup atraktif dibandingkan dengan emiten alat kesehatan sejenis di Bursa Efek Indonesia sehingga menarik minat investor. Bahkan Asian Development Bank (ADB) ikut menjadi investor," ungkap penjamin pelaksana emisi.

Dana bersih yang diterima OneMed tersebut akan digunakan OneMed dan perusahaan anaknya untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) dan modal kerja (working capital).

OMED berkomitmen mendukung program pemerintah Indonesia menjadikan seluruh masyarakat Indonesia mampu mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dan meningkatkan tingkat kesehatan nasional.

“Sebagai market leader dalam industri manufaktur alat kesehatan lokal, Perseroan berkomitmen untuk senantiasa membangun ketahanan kesehatan bangsa, sebagai salah satu misi Perseroan,” imbuh Jemmy.

Jemmy menambahkan IPO ini adalah tonggak milestone yang bersejarah bagi OMED dan seluruh pemangku kepentingannya, baik karyawan, pelanggan, pemasok, dan seluruh mitra bisnis OneMed.

Direktur OneMed Leonard Hariadi Hartanto menyampaikan IPO ini adalah salah satu bagian dalam perjalanan dan rencana bisnis jangka panjang OneMed.

“Setelah mampu menyelenggarakan IPO ini dan menjadi public company, kami berharap OneMed mampu menjadi perusahaan yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab kepada seluruh pemangku kepentingannya serta mampu meningkatkan nilai perusahaan dengan tetap menjaga keseimbangan bisnis baik dalam jangka pendek dalam jangka panjang,” ujar Leonard.

OneMed, didirikan pada 2000 dan merupakan perusahaan yang bergerak di industri healthcare, khususnya bidang usaha manufaktur alat kesehatan, alat kesehatan elektromedik, alat diagnostik, antiseptik dan disinfektan, dan perbekalan kesehatan rumah tangga lainnya.

Sejak didirikan 2000 sampai sekarang, OneMed telah berhasil menjadi produsen utama produk alat kesehatan di Indonesia dan memiliki jaringan distribusi dan jangkauan terluas di Indonesia.

Salah satu keunggulan OneMed adalah keberagaman produk yang ditawarkan. Hingga saat ini portofolio produk OneMed terdiri dari sekitar 3.200 SKU aktif, dan mampu memenuhi berbagai kebutuhan perawatan kesehatan kepada fasilitas kesehatan (rumah sakit, klinik, dan faskes lainnya) dengan tujuan mendukung program pemerintah.

Selain itu, OneMed juga telah memiliki fasilitas produksi yang berlokasi di Mojoagung dan Krian, Jawa Timur, kemampuan distribusi, serta toko ritel fisik dan online.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper