Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bukan dari Marketplace, Begini Strategi Bukalapak (BUKA) Raih Untung

Manajemen Bukalapak (BUKA) melihat fokus di specialty vertical store memberikan BUKA kesempatan untuk tumbuh lebih berkelanjutan.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 06 November 2022  |  12:18 WIB
Bukan dari Marketplace, Begini Strategi Bukalapak (BUKA) Raih Untung
Warga mengakses aplikasi Bukalapak di Jakarta, Kamis (5/8/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menjelaskan strateginya untuk meraih keuntungan operasional. Menurutnya, keuntungan operasional BUKA dapat diraih salah satunya melalui Mitra Bukalapak.

Presiden sekaligus Sekretaris Perusahaan BUKA Teddy Oetomo mengatakan dalam beberapa kuartal terakhir, pendorong pendapatan dominan BUKA berasal dari segmen Mitra. Menurutnya, pendapatan dari bisnis Mitra ini lebih besar dibandingkan dengan lokapasar atau marketplace.

"Ini sejalan dengan strategi perusahaan yang telah banyak melakukan diferensiasi dan menambahkan revenue stream, sehingga kami mencoba terus meningkatkan mitra ini naik kelas dengan menambah kapasitas untuk memperbesar bisnis mereka," ujar Teddy, dikutip Minggu (6/11/2022).

Menurut Teddy, bisnis Mitra merupakan diferensiasi pertama yang dilakukan Bukalapak. Manajemen BUKA melihat fokus di specialty vertical store memberikan BUKA kesempatan untuk tumbuh lebih berkelanjutan.

Dengan fokus pada Mitra ini, Teddy menuturkan BUKA tidak lagi mengincar untuk mendapatkan traffic terbanyak, karena menurutnya traffic yang tidak bisa dimonetisasi hanya akan berujung sebagai beban.

"Mendapatkan traffic itu kurang lebih kalau di perusahaan konvensional seperti marketing. Itu yang menyebabkan kami menchannel traffic tersebut supaya bisa masuk ke specialty vertical store karena take rate mereka lebih tinggi dibanding marketplace secara umum," tutur dia.

Specialty vertical store ini membuat pendapatan BUKA bertumbuh. Menurutnya, apabila strategi BUKA benar, saat specialty vertical store ini tumbuh dan BUKA menahan laju subsidi dan promosi, seharusnya bisnis dan revenue BUKA tidak turun.

Dia menyebut, pada kuartal III/2022 BUKA menurunkan beban biayanya dan pendapatannya tidak turun, atau flat. Hal tersebut membuat kontribusi margin BUKA menjadi positif.

Manajemen BUKA melihat kuartal III/2022 menjadi bukti untuk memvalidasi strategi bisnis dari manajemen Bukalapak.

"Ke depan kami akan terus mereplikasi ini, menggenjot pertumbuhan dari specialty vertical supaya pendapatan dapat terus tumbuh. Di saat yang sama cost bisa lebih rendah, sehingga bisa menyebabkan kontribusi margin terus berkembang dan akhirnya menjadi profitability," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bukalapak emiten teknologi marketplace
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top