Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dolar AS Melemah, Data NFP di AS Tunjukan Hasil Positif

Dolar AS jatuh pada akhir perdagangan Sabtu pagi WIB, setelah laporan penggajian non-pertanian (NFP) untuk Oktober menunjukkan lebih banyak pekerjaan baru
Mata uang dolar di salah satu penukaran uang di Jakarta, Minggu (9/10/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Mata uang dolar di salah satu penukaran uang di Jakarta, Minggu (9/10/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Dolar AS jatuh pada akhir perdagangan Sabtu pagi WIB, setelah laporan penggajian non-pertanian (NFP) untuk Oktober menunjukkan lebih banyak pekerjaan baru dari yang diperkirakan.

Indeks dolar AS turun 1,9 persen menjadi 110,77, di jalur persentase kerugian satu hari terbesar sejak November 2015.

Greenback awalnya naik segera setelah data dirilis, tetapi jatuh karena pelaku pasar mencerna laporan pekerjaan, mencatat data tidak semuanya positif dan mendukung pandangan Federal Reserve (Fed) dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga di waktu mendatang.

NFP AS meningkat 261.000 bulan lalu, data menunjukkan pada Jumat (4/11/2022). Data untuk September direvisi lebih tinggi menjadi menunjukkan 315.000 pekerjaan ditambahkan, bukan 263.000 seperti yang dilaporkan sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan 200.000 pekerjaan, dengan perkiraan mulai dari 120.000 hingga 300.000.

Namun, tingkat pengangguran naik menjadi 3,7 persen dari 3,5 persen pada September. Penghasilan per jam rata-rata meningkat 0,4 persen setelah naik 0,3 persen pada September, tetapi kenaikan upah melambat menjadi 4,7 persen tahun-ke-tahun pada Oktober setelah naik 5,0 persen pada September.

Fed fund berjangka pada Jumat (4/11/2022) memperkirakan peluang 52,5 persen untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin bulan depan, dan probabilitas 47,5 persen untuk kenaikan 50 basis poin. Peluang kenaikan 75 basis poin mencapai 64 persen segera setelah data penggajian dirilis.

Suku bunga terminal The Fed, atau tingkat di mana suku bunga akan mencapai puncaknya, turun menjadi 5,09 persen pada Jumat (4/11/2022) sore, dari sekitar 5,2 persen tepat sebelum data.

"Meskipun laporan hari ini secara keseluruhan cukup beragam, kami tidak melihat bagaimana Fed dapat melihat data ini dan berpikir bahwa mereka membuat kemajuan yang berarti untuk mengendalikan inflasi," kata Ekonom Pasar Uang Jefferies, Thomas Simons, di New York dikutip dari Antara.

Meskipun data pekerjaan kuat, pejabat Fed pada Jumat (4/11/2022) mengatakan kenaikan suku bunga yang lebih kecil masih dipertimbangkan untuk pertemuan kebijakan Desember.

Angka pekerjaan menunjukkan "pasar tenaga kerja tetap ketat," Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin mengatakan dia tetap siap untuk bertindak "dengan sengaja" pada laju kenaikan suku bunga di waktu mendatang bahkan saat dia tetap berpikiran terbuka tentang hasil pertemuan kebijakan berikutnya pada Desember.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper