Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Alert! Rupiah Dibuka Amblas Lampaui Rp15.700 per Dolar AS

Rupiah dibuka paling lemah di Asia menembus Rp15.746 per dolar AS meskipun indeks dolar AS juga melemah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 November 2022  |  09:37 WIB
Alert! Rupiah Dibuka Amblas Lampaui Rp15.700 per Dolar AS
Pegawai merapikan uang Rupiah di kantor cabang BNI, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Rupiah dibuka amblas menembus Rp15.746 per dolar AS kendati indeks greenback juga mengalami pelemahan pada perdagangan akhir pekan, Jumat (4/11/2022). 

Mengutip data Bloomberg, rupiah mengalami pelemahan hingga 51 poin atay 0,32 persen ke Rp15.746 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,14 persen ke 112,77. 

Rupiah menjadi mata uang yang terkoreksi paling dalam di Asia. Adapun, sejumlah mata uang lainnya yang mengalami pelemahan di antaranya dolar Taiwan 0,05 persen, won Korea Selatan 0,05 persen, rupee India melemah 0,13 persen, dan yuan China melemah 0,02 persen. 

Sebelumnya, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan dibuka berfluktuatif pada perdagangan hari ini, tetapi ditutup melemah di rentang Rp15.680 - Rp15.740.

Ibrahim dalam risetnya menyebutkan indeks dolar dan indeks dolar berjangka masing-masing naik 0,5 persen setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menepis spekulasi bahwa The Fed akan mulai menghentikan kebijakan hawkish. Dia mengatakan Bank Sentral akan terus menaikkan suku bunga lebih lama dari yang diperkirakan semula.

“Powell mengatakan bahwa suku bunga AS, yang saat ini berada di level tertinggi sejak krisis keuangan 2008, juga akan mencapai puncaknya pada level yang jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya karena inflasi yang sangat tinggi,” kata Ibrahim dalam riset, Kamis (3/11/2022).

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam rilis terbaru memasukkan Indonesia ke dalam daftar 10 negara dengan ekonomi terbesar dunia. Namun Ibrahim menilai Indonesia tetap perlu waspada terhadap risiko resesi ekonomi global.

"Besarnya PDB Indonesia berdasarkan data yang disajikan oleh IMF berbanding terbalik dengan situasi asumsi makro ekonomi Indonesia. Dan ini terlihat dari makin terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah nilai tukar rupiah dolar as
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top