Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

KFC Indonesia (FAST) Target Buka 40 Gerai Baru Tahun Depan

Tahun ini, Fast Food Indonesia (FAST) masih optimistis dapat mengantongi target penjualan sebesar Rp6,2 triliun.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 21 Oktober 2022  |  17:57 WIB
KFC Indonesia (FAST) Target Buka 40 Gerai Baru Tahun Depan
CEO Fast Food Indonesia Eric Leong dan Sean Gelael di tengah pameran Ulang Tahun ke-43 KFC Indonesia di Gandaria City, Jakarta, Jumat (21/10/2022) - BISNIS/Iim Fathimah Timorria.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pemegang hak waralaba restoran cepat saji KFC PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) menargetkan menambah maksimal 40 gerai restoran baru pada 2023. Meski demikian, FAST tetap waspada pada risiko resesi global.

“Tahun depan kami menargetkan tambahan gerai 30 Sampai 40 unit, ini akan tergantung pada perkembangan ekonomi,” kata CEO Fast Food Indonesia Eric Leong dalam konferensi pers Peringatan Ulang Tahun ke-43 KFC Indonesia, Jumat (21/10/2022).

Sejauh ini, FAST telah membuka enam gerai baru dengan total gerai yang beroperasi mencapai 729 unit. Eric mengatakan penambahan gerai sampai akhir tahun masih sesuai rencana yakni 25 gerai baru.

“Sampai akhir tahun kami targetkan tetap tambah 25 gerai baru, termasuk gerai-gerai di bandara yang baru dibuka. Sampai akhir tahun perkiraan total 740 gerai yang beroperasi,” lanjutnya.

Untuk tahun ini, Eric mengatakan perusahaan menetapkan target penjualan sebesar Rp6,2 triliun. Meski demikian, performa bottom line diperkirakan belum kembali ke level sebelum pandemi.

Per 30 Juni 2022, FAST mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp32,66 miliar, berbalik dari posisi rugi sebesar Rp76,91 miliar pada semester I/2021.

Laba yang diraup FAST tidak lepas dari kenaikan pendapatan pada semester I/2022 yang mencapai 18,01 persen yoy, dari Rp2,42 triliun pada semester I/2021 menjadi Rp2,86 triliun pada semester I/2021.

Mayoritas pendapatan FAST ditopang oleh penjualan makanan dan minuman ke pihak ketiga yang mencapai Rp2,84 triliun, naik dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,40 triliun.

Sementara itu, berdasarkan segmen geografis, restaurant service center (RSC) wilayah Jakarta menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp1,03 triliun dan disusul wilayah lainnya dengan total Rp846,99 miliar.

Direktur FAST Wahjudi Martono dalam paparan publik September lalu mengatakan FAST menetapkan proyeksi pertumbuhan penjualan 12 persen sampai 15 persen pada 2023, sehingga mencapai Rp7,1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kfc fast food indonesia waralaba
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top