Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dana Asing Rp4,22 Triliun Keluar dari Pasar Modal Indonesia Sepekan Ini

Investor asing pada Jumat mencatatkan nilai jual bersih Rp426,29 miliar, dan sepanjang 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp71,72 triliun.
Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan dana asing senilai Rp4,22 triliun telah keluar dari pasar modal Indonesia dalam kurun 10–13 Oktober 2022. Aliran dana keluar tersebut turut memicu pelemahan rupiah ke level Rp15.390 berdasarkan kurs Jisdo BI, dari Rp15.246 pada Jumat pekan lalu.

Berdasarkan data BI, nonresiden atau asing membukukan jual bersih (net sell) Rp3,43 triliun di pasar surat berharga negara (SBN) domestik dan net sell Rp790 miliar di pasar saham.

"Selama 2022, berdasarkan data setelmen sampai dengan 13 Oktober 2022, nonresiden jual neto Rp170 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp71,85 triliun di pasar saham,” kata Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan dalam siaran pers, dikutip Sabtu (15/10/2022).

Sementara itu, data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 3,02 persen ke level 6.814,53, dari 7.026,78 pada penutupan pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar bursa juga menguap Rp224,73 triliun atau turun 2,43 persen menjadi Rp9.009,95 triliun dibandingkan dengan Rp9.234,68 triliun pada pekan sebelumnya.

Investor asing pada Jumat mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp426,29 miliar, dan sepanjang 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp71,72 triliun.

Adapun pada akhir perdagangan kemarin, Jumat (14/10/2022), IHSG parkir pada posisi 6.814,53 atau melemah 0,96 persen. Sebanyak 179 menguat, 353 saham mengakhiri perdagangan di zona merah, dan 155 saham lainnya stagnan.

Rupiah ditutup di level (bid) Rp 15.360 per dolar AS pada Kamis (13/10/2022). Sementara itu, imbal hasil yield SBN 10 tahun naik ke 7,33 persen dan indeks dolar melemah ke level 112,36. Yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun tercatat naik ke level 112,36. Premi credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke 160,24 basis poin (bps) per 13 Oktober 2022 dibandingkan dengan 7 Oktober di level 154,43 bps.

Junanto melanjutkan rupiah dibuka pada level Rp15.355 per dolar AS pada Jumat (14/10/2022), sedangkan yield SBN 10 tahun naik ke level 7,36 persen.

“BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper