Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Melemah, Saham BBCA, BUMI, ARTO Amblas

IHSG parkir pada posisi 6.939,14 atau melemah 0,79 persen seiring dengan pelemahan saham BBCA, BUMI, BRMS, ARTO,
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (11/10/2022) seiring dengan penurunan saham global.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 15.00 WIB, IHSG parkir pada posisi 6.939,14 atau melemah 0,79 persen. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada rentang 6.937,80 - 7.001,96.

Tercatat, 190 saham menguat, 340 saham melemah dan 164 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.171,47 triliun.

PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) terpantau menjadi saham dengan koreksi terbesar hari ini setelah turun 9,26 persen ke Rp98.

Saham lain yang terpantau melemah adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang turun 6,83 persen ke Rp150, PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang terkoreksi 6,54 persen ke level Rp6.075 serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan pelemahan 6,82 persen ke Rp164.

Saham dengan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga turun 0,6 persen ke Rp8.250.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan dalam risetnya menjelaskan, IHSG ditutup melemah seiring pelemahan bursa saham secara global pada akhir pekan lalu yang ditekan beberapa data ekonomi serta kekhawatiran akan kenaikan suku bunga yang lebih agresif.

Dennies memprediksi IHSG akan melemah pada perdagangan besok. Secara teknikal,candlestick membentuk long black body dengan stochastic membentuk deadcross mengindikasikan potensi pelemahan dengan support terdekat di lower Bollinger band.

Investor akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah serta beberapa data ekonomi yang akan dirilis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper