Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Timah (TINS) Berencana Terbitkan MTN Rp626 Miliar, Berapa Kuponnya?

PT Timah Tbk (TINS) telah menerbitkan medium term notes (MTN) untuk melunasi obligasi yang telah diterbitkan perusahaan pada 2017 lalu.
Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk., Purwoko mengatakan PT Timah bakal berupaya meningkatkan kapasitas produksi di bidang hilir timah melalui anak usahanya yakni PT Timah Industri, minimal dua kali lipat dibanding kapasitas terpasang tahun lalu, sebagai respons atas rencana pemerintah melarang ekspor balok timah atau ingot. Bisnis/ Emanuel B. Caesario.rn
Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk., Purwoko mengatakan PT Timah bakal berupaya meningkatkan kapasitas produksi di bidang hilir timah melalui anak usahanya yakni PT Timah Industri, minimal dua kali lipat dibanding kapasitas terpasang tahun lalu, sebagai respons atas rencana pemerintah melarang ekspor balok timah atau ingot. Bisnis/ Emanuel B. Caesario.rn

Bisnis.com, JAKARTA – PT Timah Tbk (TINS) telah menerbitkan medium term notes (MTN) untuk melunasi obligasi yang telah diterbitkan perusahaan pada 2017 lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada laman BEI, Rabu (5/10/2022), MTN perusahaan akan diterbitkan dengan jumlah pokok Rp626 miliar. MTN ditawarkan dengan kupon 7,20 persen per tahun dan memiliki tenor 3 tahun sejak tanggal penerbitan.

Transaksi penerbitan MTN I PT Timah Tbk Tahun 2022 merupakan transaksi afiliasi berdasarkan POJK No 42/POJK.04/2020. MTN ini dibeli oleh pihak terafiliasi yaitu PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).

Penerbitan MTN ini juga telah mendapatkan peringkat idA atau single A. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan bertindak sebagai Agen Pemantau, sementara PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bertindak sebagai kustodian dan agen pembayaran.

Manajemen TINS menjelaskan, dana hasil penawaran terbatas MTN setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk melunasi bridging loan atas pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri B yang jatuh tempo pada 28 September 2022.

“Dengan dilakukannya transaksi, TINS dapat memperoleh dana pinjaman jangka menengah dengan suku bunga pinjaman yang kompetitif dan menjaga rasio lancarnya agar tetap stabil,” jelas Manajemen TINS.

Adapun, penerbitan ini akan menambah beban keuangan terkait dengan biaya emisi MTN. Meski demikian, manajemen TINS mengatakan hal tersebut akan dikompensasi dengan penurunan beban bunga.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen TINS Fina Eliani menyebutkan harga global timah pada semester II/2022 memang cenderung turun. Sejauh ini, harga rata-rata di semester II/2022 telah turun sampai 50 persen dibandingkan dengan semester I/2022.

“Volatilitas ini merupakan risiko perusahaan tambang, tak terkecuali Timah. Kami sudah berupaya maksimal menghadapi risiko ini, salah satunya dengan hedging harga jual logam, terutama untuk kontrak jangka panjang,” kata Fina dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).

Dari segi operasional, Fina mengatakan TINS akan menggenjot produksi sehingga harga pokok bisa ditekan di paruh kedua 2022. Produksi TINS pada semester I/2022 tercatat turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tetapi kinerja keuangan tetap tumbuh ditopang oleh harga komoditas global yang tinggi.

Produksi bijih timah TINS pada enam bulan pertama tahun ini tercatat turun 14 persen menjadi 9.901 ton, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 11.457 ton.

Apabila diperinci, 39 persen atau sebanyak 3.829 ton dari produksi bijih timah tersebut berasal dari penambangan darat, sedangkan sisanya 61 persen atau 6.072 ton dari penambangan laut. 

Produksi logam timah di paruh pertama tahun ini juga turun 26 persen menjadi 8.805 ton, dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 11.915 ton. Akibatnya, penjualan logam timah turun 21 persen menjadi 9.942 ton dibandingkan enam bulan pertama 2021 sejumlah 12.523 ton. 

“Proyeksi sampai akhir tahun, sebagaimana diketahui harga jual turun cukup signifikan. Namun kami akan tetap mempertahankan Kinerja untuk terus tumbuh. Selain efisiensi dan menaikkan produksi, kontribusi anak usaha akan naik dibandingkan dengan tahun lalu,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper