Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Masih Potensial Tembus 7.500, Saham Big Caps Apa Yang Oke?

IHSG berpeluang mencetak rekor all time high baru ke 7.500 pada kuartal IV/2022 meski masih dibayangi ketidakpastian global. Cek saham big caps.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang mencetak rekor all time high baru pada kuartal IV/2022 meski masih dibayangi ketidakpastian global. Investor direkomendasikan mencermati saham-saham big caps.

Selain itu, sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps yang tengah terdiskon juga masih layak dikoleksi investor hingga akhir tahun ini.

Pada penutupan perdagangan Jumat (30/9/2022), IHSG berada di posisi 7.040,79. IHSG sudah naik 6,98 persen sepanjang 2022. Pada 9 bulan pertama 2022, IHSG mencapai level tertinggi 7.377 dan level terendah 6.509.

Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora menjelaskan, IHSG kemungkinan masih akan melanjutkan tren koreksi pada awal kuartal IV/2022. Hal tersebut seiring dengan sentimen ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga dunia.

“Kemungkinan IHSG bisa mengalami pelemahan ke level 6.600 – 6.700,” jelas Andhika saat dihubungi, Jumat (30/9/2022).

Meski demikian, peluang IHSG untuk kembali menguat masih akan terbuka hingga akhir tahun. Menurutnya, investor akan memanfaatkan momentum window dressing yang kerap terjadi pada kuartal IV/2022 ini untuk melakukan akumulasi.

Potensi kenaikan IHSG tersebut, lanjutnya, akan turut berimbas pada kenaikan saham – saham berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps.

Seiring dengan hal tersebut, Andhika menargetkan level resistance IHSG pada kuartal IV/2022 pada kisaran 7.400 hingga 7.500.

Ia melanjutkan, pelemahan pasar yang terjadi pada saat ini menjadi peluang positif bagi investor untuk masuk ke sejumlah saham – saham big caps. Saham pada sektor telekomunikasi dan konsumer dapat menjadi opsi mengingat ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

“Kedua sektor ini layak dicermati oleh para pelaku pasar karena ketika inflasi naik, keduanya dibutuhkan masyarakat dan berpotensi bertahan,” lanjutnya.

Adapun, Andhika merekomendasikan saham UNVR dengan rating buy pada support Rp4.750 dan target harga Rp5.200. Selanjutnya, saham TLKM juga dapat dikoleksi dengan support Rp4.300 dan target Rp4.800.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper