Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Mampu Menguat Berkat Dorongan Saham BBCA, BMRI, dan BBRI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (30/9/2022).
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 30 September 2022  |  15:53 WIB
IHSG Mampu Menguat Berkat Dorongan Saham BBCA, BMRI, dan BBRI
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (30/9/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 15.15 WIB IHSG parkir pada posisi 7.040,79 atau menguat 0,07 persen. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada rentang 6.926,86- 7.056,17.

Tercatat, 193 saham menguat, 386 saham melemah dan 117 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.268,54 triliun.

Emiten Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terpantau menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini dengan nilai transaksi Rp1,5 triliun. Saham BBCA tercatat menguat 2,09 persen ke level 8.550.

Saham lain yang terpantau paling aktif diperdagangkan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp1 triliun, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp530,6 miliar.

Sementara itu, saham dengan kenaikan tertinggi adalah saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk. (BAPA) yang naik 34,4 persen ke level 168. Selain itu, saham produsen kendaraan listrik PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) juga menjadi saham dengan kenaikan tertinggi, yakni 20,47 persen ke level 412.

Sebelumnya, Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan pergerakan langkah IHSG pada Jumat (30/9/2022) diperkirakan akan kembali lunglai alias tidak bertenaga, menyusul Wall Street kembali dilanda aksi jual mengakibatkan Indeks DJIA terjungkal sebesar 1,54 persen.

"Jika kejatuhan DJIA tersebut dikombinasikan dengan turunnya EIDO sebesar 1,76 persen dan anjloknya harga beberapa komoditas seperti: batu bara turun 2,50 persen, minyak turun 0,66 persen, dan emas turun 0,07 persen bakal menjadi sentimen negatif untuk IHSG," ujarnya dalam riset, Jumat (30/9/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham bri bank mandiri
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top