Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah BUMN 2022: PTBA Optimistis Capai Produksi 36,4 Juta Ton di Akhir Tahun

Strategi menggenjot produksi merupakan upaya PTBA mengambil momentum tingginya permintaan dan harga batu bara dunia
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 September 2022  |  22:52 WIB
Jelajah BUMN 2022: PTBA Optimistis Capai Produksi 36,4 Juta Ton di Akhir Tahun
Penjaga museum batu bara PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) di Tanjung Enim menjelaskan tentang sejarah, proses produksi, serta jenis-jenis batu bara kepada pengunjung - Bisnis.com/Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, MUARA ENIM - Emiten pertambangan pelat merah bagian Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) optimistis mencapai target produksi 36,41 juta ton pada penghujung periode 2022 nanti.

Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie menjelaskan optimisme ini seiring realisasi produksi sepanjang semester I/2022 yang mampu mencapai 15,9 juta ton, alias melampaui target pada awal tahun yang dipatok menyentuh 15,8 juta ton.

"Total produksi pada semester I/2022 tercatat naik 20 persen [year-on-year/yoy] ketimbang semester I/2021 sebesar 13,3 juta ton. Kami yakin realisasi produksi pada semester II/2022 ini akan lebih besar dari paruh awal 2022, sehingga kami optimistis dapat mengejar target produksi 36,41 juta ton hingga akhir tahun nanti," ujarnya kepada Tim Jelajah BUMN 2022 Bisnis Indonesia, Selasa (27/9/2022).

Andwie mengakui bahwa strategi menggenjot produksi merupakan upaya PTBA mengambil momentum tingginya permintaan batu bara serta memanfaatkan peluang bertahannya berbagai sentimen positif terkait harga komoditas tersebut.

Namun, PTBA tetap berkomitmen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri, kendati harga jual masih memanas dan permintaan ekspor dari berbagai negara kian menggoda.

"Perusahaan terus meningkatkan porsi ekspor secara terukur tanpa mengabaikan kebutuhan dalam negeri. Pada paruh awal periode ini, porsi pemenuhan batu bara domestik tembus 65 persen, sementara ekspor 35 persen," tambahnya.

Sebagai informasi, saat ini India menjadi tujuan ekspor terbesar PTBA dengan porsi mencapai 18 persen dari total penjualan, diikuti Korea Selatan (4 persen), Thailand (3 persen), China (2 persen), dan Kamboja (2 persen).

"PTBA juga memanfaatkan kesempatan untuk melakukan penjajakan pada pasar Eropa dengan melakukan pengiriman batu bara ke Italia dan negara Eropa lainnya," ungkap Andwie.

Tak heran, pemulihan ekonomi global maupun nasional yang meningkatkan permintaan pasokan, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan, telah turut mendongkrak kinerja keuangan PTBA.

Berdasarkan catatan Bisnis, laba bersih PTBA pada semester I/2022 menyentuh Rp6,2 triliun, tumbuh 246,1 persen yoy ketimbang periode sama tahun lalu senilai Rp1,8 triliun.

Pencapaian laba bersih per Juni 2022 tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan sebesar 79 persen yoy menjadi Rp18,4 triliun, meningkat signifikan ketimbang periode sama tahun sebelumnya senilai Rp10,29 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah BUMN ptba emiten batubara produksi batubara
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top