Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Japfa (JPFA) Meninggal, Ini Profil Konglomerat Handojo Santosa

Handojo Santosa, pemilik saham mayoritas Japfa sekaligus Direktur Utama, dikabarkan meninggal pada 25 September 2022.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 26 September 2022  |  06:01 WIB
Bos Japfa (JPFA) Meninggal, Ini Profil Konglomerat Handojo Santosa
Kantor Japfa Comfeed. Handojo Santosa, pemilik saham mayoritas Japfa sekaligus Direktur Utama, dikabarkan meninggal pada 25 September 2022. - Ilustrasi/shareinv.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melaporkan bahwa Direktur Utama Handojo Santosa meninggal dunia pada Minggu (25/9/2022). 

"Pada 25 September 2022 Pemberitahuan Meninggal Dunia Direktur Utama Perseroan," tulis Maya Pradjono, Corporate Secretary Japfa Comfeed, dalam keterangan resmi, Senin (26/9/2022).

Handojo Santosa dalam laman resmi Japfa merupakan warga negara Siprus, usia 58 tahun, berdomisili di Singapura. Pada tahun 1997, beliau diangkat sebagai Direktur Utama, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Handojo Santosa bertanggung jawab memimpin seluruh kegiatan strategis dan operasional Japfa

Handojo Santosa bergabung di Japfa pada tahun 1986 sebagai manajer di Divisi Minyak Nabati di Tanjung Perak, Surabaya, bertanggung jawab atas kegiatan operasional harian di divisi tersebut. Dari tahun 1989 sampai 1997, Handojo Santosa menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Japfa.

Handojo Santosa adalah pemilik mayoritas Japfa yang terdaftar di Singapura, yang secara tidak langsung menjalankan bisnis makanan, mengutip Forbes. Perusahaan perunggasan ini memproduksi makanan pokok protein, susu, dan makanan kemasan.

Japfa menjual susu segar di Indonesia dengan merek Greenfields. Perusahaan ekuitas swasta KKR memiliki 10 persen saham di Japfa Comfeed. Pada Juli 2020 Japfa menjual 25 persen saham di unit produk susu China AustAsia Investments senilai US$254 juta kepada raksasa susu Jepang Meiji.

Ayah Handojo, mendiang taipan Ferry Teguh Santosa, mendirikan grup Ometra yang beragam di Indonesia pada tahun 1959. Grup ini bangkrit selama krisis keuangan 1997.

Handojo yang fokus pada Japfa Comfeed berhasilbertahan pada masa krisis. Pada tahun 2014, ia mencatatkan saham Japfa di Singapura, menjadikan Japfa Comfeed di Indonesia menjadi anak perusahaan. Handojo Santosa memilii kekayaan US$735 juta atau sekitar Rp11 triliun pada 2020, menjadikannya sebagai orang terkaya ke-38 di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meninggal japfa comfeed jpfa orang terkaya
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top