Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gara-gara Kenaikan Suku Bunga, Begini Nasib Kontrak Emas BBJ

Kontrak emas di bursa berjangka jakarta (BBJ) turut terdampak kenaikan suku bunga.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 25 September 2022  |  18:46 WIB
Gara-gara Kenaikan Suku Bunga, Begini Nasib Kontrak Emas BBJ
Pramuniaga menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Selasa (12/7/2022). ANTARA FOTO - Ari Bowo Sucipto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga 50 basis poin menjadi 4,25 persen pada Jumat (23/9/2022) menyusul kenaikan suku bunga The Fed 75 basis poin menjadi 3,25 persen. Hal ini dinilai berpengaruh pada minat investor termasuk di pasar berjangka.

Direktur Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan bahwa masing-masing kenaikan suku bunga mempunyai pengaruh yang berbeda, tergantung pada portofolio dari investor.

“Pengaruh terbesar pada kontrak emas, baik berjangka maupun fisik emas digital yang ada saat ini di JFX,” ungkapnya kepada Bisnis.com, Minggu (25/9/2022).

Paulus juga mengungkapkan bahwa persentase kenaikan volume dan minat investor untuk menggunakan momentum pada kontrak emas cenderung meningkat dibandingkan dengan kontrak lainnya.

Sejak BI menaikkan suku bunga bulan lalu, lanjut Paulus, peningkatan volume terbesar terjadi pada kontrak emas, meskipun pertumbuhan transaksi tidak begitu signifikan, disebabkan oleh adanya substitusi portofolio ke sektor instrumen investasi lainnya seperti capital market, properti, emas batangan, serta aset digital lainnya.

“Di JFX kontrak emas cenderung meningkat dibandingkan kontrak berjangka lainnya, karena para investor menggunakan kesempatan dalam fluktuasi harga yang cukup volatile, dan juga sebagai korelasi atas terjadinya inflasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu di negara Barat,” paparnya.

Selain itu, dengan adanya sinyal hawkish dari BI untuk semester pertama tahun depan, Paulus melihat perdagangan tahun depan akan cenderung stagnan dengan pergerakan terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Harga Emas Antam emas Suku Bunga komoditas
Editor : M. Nurhadi Pratomo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top