Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 22 September 2022, Terkejut Agresivitas The Fed

Hari ini emas menguji support di US$1.660 di tengah outlook menguatnya dolar AS pasca kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 22 September 2022  |  15:27 WIB
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 22 September 2022, Terkejut Agresivitas The Fed
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas acuan global diproyeksikan melemah akibat lonjakan dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (22/9/2022) setelah langkah agresif Federal Reserve yang kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin.

Tim riset Monex Investindo Futures mencatat harga emas berakhir naik US$8.97 di level $1673.59 pada Rabu (21/9/2022) waktu setempat di tengah sentimen permintaan aset safe haven logam mulia dibalik kekhawatiran pasar terhadap memanasnya perang antara Rusia dengan Ukraina. Sentimen ini ditambah lagi dengan kekhawatiran resesi ekonomi AS.

“Namun emas berpeluang dijual hari ini, menguji support di US$1.660 di tengah outlook menguatnya dolar AS pasca kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS,” terang Monex, Kamis (22/9/2022).

Di sisi lain, jika emas bergerak naik hingga menembus ke level US$1.672, maka emas berpeluang dibeli menargetkan resistance di US$1.674 per troy ounce.

Mengutip Bloomberg, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan para pejabat akan menghancurkan inflasi setelah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut dan menandakan kenaikan yang lebih agresif daripada yang dibayangkan investor.

Dia mengatakan pesan utamanya adalah bahwa para pejabat sangat bertekad untuk menurunkan inflasi ke sasaran 2 persen The Fed.

“Kami akan terus melakukannya sampai pekerjaan selesai,” katanya. Ungkapan itu mengacu pada judul memoar mantan Kepala The Fed, Paul Volcker berjudul Keeping at It.

Para pejabat The Fed memperkirakan bahwa tingkat suku bunga akan mencapai 4,4 persen pada akhir tahun ini dan 4,6 persen pada 2023, pergeseran yang lebih hawkish dalam apa yang disebut dot plot daripada yang diharapkan. Hal itu menyiratkan kenaikan 75 basis poin keempat berturut-turut bisa terjadi untuk pertemuan berikutnya pada November 2022, atau sekitar seminggu sebelum pemilihan paruh waktu AS.

15:19 WIB

Emas Comex melemah di US$1.672

Harga emas melemah 0,24 persen atau 3,96 poin ke US$1.669,93 per troy ounce pada 15.18 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Desember 2022 turun 0,21 persen atau 3,50 poin ke US$1.672,20 per troy ounce. 

14:23 WIB

Emas Comex melemah di US$1.665

Harga emas turun 0,91 persen atau 15,17 poin ke US$1.658,72 per troy ounce pada 14.23 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Desember 2022 melemah 0,61 persen atau 10,30 poin ke US$1.665,40 per troy ounce. 

11:55 WIB

Emas spot turun 0,75 persen

Harga emas spot turun 0,75 persen atau 12,49 poin ke US$1.661,40 per troy ounce pada 11.54 WIB.

Adapun emas Comex kontrak Desember 2022 melemah 0,43 persen atau 7,20 poin ke US$1.668,50 per troy ounce. 

10:31 WIB

Emas Comex turun 0,47 persen

Emas spot melemah 0,76 persen atau 12,79 poin ke US$1.661,10 per troy ounce pada 10.29 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Desember 2022 ambles 0,47 persen atau 7,80 poin ke US$1.667,90 per troy ounce. 

09:19 WIB

Emas spot dan Comex kompak turun

Emas spot melemah 0,83 persen atau 13,86 poin ke US$1.660,03 per troy ounce pada 09.18 WIB.

Adapun emas Comex kontrak Desember 2022 turun 0,56 persen atau 9,40 poin ke US$1.666,30 per troy ounce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas harga emas comex Harga Emas Hari Ini logam mulia the fed
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top