Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tuai Berkah Harga Batu Bara, Grup MNC (IATA) Teken Kontrak Setara Rp1,6 Triliun

MNC Energy Investments menandatangani kontrak penjualan batu bara senilai US$108,42 juta atau sekitar Rp1,6 triliun dari tiga pihak pembeli.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 19 September 2022  |  16:29 WIB
Tuai Berkah Harga Batu Bara, Grup MNC (IATA) Teken Kontrak Setara Rp1,6 Triliun
Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group. MNC Energy Investments menandatangani kontrak penjualan batu bara senilai US108,42 juta atau sekitar Rp1,6 triliun dari tiga pihak pembeli. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan investasi tambang Grup MNC, PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) meraih kontrak penjualan batu bara mencapai US$108,42 juta atau sekitar Rp1,6 triliun melalui anak usahanya, PT Bhakti Coal Resources (BCR).

Head of Investor Relations MNC Energy Investments, Natassha Yunita menjelaskan, BCR telah menandatangani perjanjian jual beli dengan tiga pihak pembeli, yaitu SAII Resources Pte Ltd, Visa Resources Pte Ltd, dan CPTL Pte Ltd.

“Perseroan akan memperoleh tambahan pendapatan sebesar US$108,42 juta dari ketiga kontrak ini, dan akan terus mengantisipasi lebih banyak kontrak di masa depan, seiring dengan peningkatan produksi,” ujar Natassha dalam keterangan resmi, Senin (19/9/2022).

Rinciannya, kontrak dengan SAII Resources Pte Ltd mencapai kapasitas 500.000 metrik ton batu bara untuk periode September 2022—Januari 2023 senilai US$27,10 juta.

Untuk kontrak batu bara dengan pihak Visa Resources Pte Ltd berkapasitas 500.000 metrik ton untuk periode Oktober 2022—Maret 2023 senilai US$27,10 juta, sedangkan kontrak CPTL Pte Ltd memiliki kapasitas 1 juta metrik ton dengan periode yang sama dengan nilai US$54,21 juta.

Selain itu, CPTL Pte Ltd juga akan berinvestasi sekitar US$10 juta dalam pembangunan jalan angkut dan konveyor pelabuhan salah satu anak perusahaan BCR, PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) untuk meningkatkan efisiensi produksi dan transportasi.

“Kontrak pembelian jangka panjang ini menunjukkan kepercayaan pembeli atas operasional tambang IATA,” imbuh Natassha.

Penandatanganan kontrak berlangsung di Bali bertepatan dengan konferensi Coaltrans Asia yang menghubungkan IATA dengan para pemain kunci rantai pasokan batu bara.

Pendapatan usaha IATA sepanjang semester I/2022 tercatat meningkat 254,36 persen menjadi US$84,50 juta, dari US$23,85 pada periode yang sama 2021.

Sementara itu, laba bersih IATA pun moncer sebesar 735,49 persen, dari US$3,85 juta pada paruh pertama tahun lalu menjadi US$32,19 juta di enam bulan pertama 2022.

Pendongkrak laba IATA berasal dari anak usaha BCR, yaitu PT Putra Muba Coal (PMC) dan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), yang masing-masing menargetkan produksi sebanyak 4,5 juta metrik ton dan 1,8 juta metrik ton hingga akhir tahun ini.

Pada semester I/2022, PMC menjual 685.495 metrik ton batu bara, sedangkan penjualan BSPC tercatat sebanyak 280.263 metrik ton. Raihan ini meningkat 17,2 persen dari semester I/2021.

Anak usaha BCR lainnya, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) mulai memproduksi batu bara pada Juli 2022 dengan area konsesi seluas 15.000 hektare, dan ditargetkan akan menyumbang pendapatan secara signifikan.

Selain itu, anak usaha BCR berikutnya, PT Arthaco Prima Energy (APE) akan mulai produksi di tahun ini.

Sebagai informasi, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak Oktober tercatat turun 2,28 persen pada perdagangan akhir pekan, Jumat (16/9/2022).

Secara year-to-date (ytd), harga batu bara telah melonjak sebesar 143,9 persen. Hal ini menjadi katalis positif bagi emiten yang bergerak di sektor batu bara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

MNC Energy Investments iata batu bara Kinerja Emiten mnc
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top