Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Berbalik Naik, Momentum Dolar AS Melemah

Harga emas berbalik naik karena dolar AS yang mengalami pelemahan setelah menguat tajam.
Karyawan menunjukan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Selasa (19/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Selasa (19/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas meningkat pada akhir perdagangan Rabu (7/9/2022), berbalik menguat dari penurunan di sesi sebelumnya karena dolar AS yang lebih lemah.

Mengutip Antara, pelemahan dolar AS membuat logam kuning dalam denominasi greenback lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Harga emas Comex kontrak Desember 2022 terangkat US$14,9 atau 0,87 persen menjadi US$1.727,80 dolar AS per ounce, setelah menyentuh posisi terendah sesi di US$1.701,70.

Kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global menyusul kenaikan suku bunga agresif oleh bank-bank sentral utama juga mendukung emas.

Presiden Bank Federal Reserve Cleveland, Loretta Mester mengatakan pada Rabu (7/9) bahwa dia berpikir bank sentral AS perlu mendapatkan suku bunga di atas 4,0 persen pada awal 2023 dan membiarkannya di sana selama beberapa waktu untuk mendinginkan inflasi terpanas di hampir 40 tahun.

Dia tidak memperkirakan ekonomi Amerika Serikat jatuh ke dalam resesi, meskipun risiko yang terjadi meningkat.

Investor sekarang memperkirakan peluang 72 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada pertemuan September.

Emas telah turun tajam dari tertinggi 2022 karena The Fed mulai menaikkan suku bunga tahun ini. Harga emas tidak banyak diuntungkan dari meningkatnya permintaan safe-haven dalam menghadapi potensi perlambatan ekonomi global.

Dilansir Bloomberg, banjir penawaran utang korporasi dan indeks aktivitas sektor jasa yang lebih kuat dari perkiraan membuat imbal hasil US Treasury naik. Ini membantu menopang greenback terhadap hampir semua mata uang pasar negara maju, sekaligus memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga The Fed 75 basis poin pada pertemuan September.

“Emas kembali ke zona bahaya karena imbal hasil obligasi global meroket,” kata analis pasar senior Oanda Corp, Edward Moya.

Menurutnya, bank-bank sentral sepertinya akan agresif dengan percepatan kenaikan suku bunga. Sentimen akan memburuk dengan cepat jika emas menembus di bawah level US$1.690 karena tidak akan ada banyak dukungan hingga logam mulia menyentuh US$1.650.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper