Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indeks Bisnis 27 Dibuka Melemah, Kena Tekan Saham MIKA, JPFA, PWON

Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (5/9/2022), saham MIKA, JPFA dan PWON.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (5/9/2022), saham MIKA, JPFA dan PWON.

Mengutip data RTI pukul 09.03 WIB, indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia tersebut turun 2,41 poin atau setara 0,41 persen. Dari 27 konstituen, 7 saham terpantau parkir di zona hijau, 5 saham stagnan, dan 15 saham lainnya berada di zona merah.

Emiten yang mencatatkan koreksi paling tinggi pada pembukaan perdagangan hari ini yaitu MIKA yang turun 2,24 persen menjadi Rp2.620. Disusul emiten JPFA dan PWON dengan pelemahan maisng - masing sebesar 1,94 persen dan 1,62 persen.

Beberapa saham lain yang mengalami koreksi yakni TLKM, WIKA, dan EMTK. Secara berturut-turut emiten tersebut melamah 1,09  persen, 0,95 persen, 1,26 persen, dan 0,36 persen.

Sebaliknya, terdapat sederet konsituen yang menguat pada awal perdagangan pagi hari ini seperti saham PTBA, UNTR, ADRO, dan  AMRT di kisaran 1,59 persen sampai 1,64 persen.

Emiten yang terpantau masih stagnan alias belum mencatatkan adanya transaksi adalah AALI, PGAS, TOWR, INKP, dan ICBP.

Penguatan indeks Bisnis-27 pada hari ini searah dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah ke posisi 7.164,94.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi dengan rata-rata 26 persen berpotensi memicu adanya inflasi ke level 7,6 persen. Bank Indonesia (BI) pun disebut akan menaikkan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) lebih agresif sehingga menurunkan pendapatan domestik bruto (PDB) sekitar 0,33 persen.

“Pastinya Bank Indonesia meresponsenya dengan menaikan 7DRR lebih agresif sehingga berpotensi menurunkan GDP sekitar 0,33 persen ditengah perkiraan akan maraknya Demonstrasi yang akan terjadi kedepannya,” ujar Edwin pada Senin (5/9/2022).

Sentimen negatif lainnya adalah turunnya indeks DJIA sebesar 1,07 persen, turunnya indeks saham teknologi Nasdaq sebesar 1,31 persen atau 154,2 poin, turunnya harga timah sebesar 7,60 persen di hari ketiga, dan turunnya harga komoditas.

“Seperti CPO turun di hari ke 6 sebesar -2.11% sehingga selama 6 hari CPO sudah turun tajam sekitar -11,97 persen,” kata Edwin.

Edwin memperkirakan IHSG akan berada pada rentang 7.086 hingga 7.208. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper