Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Rebound, Tingkat Pengangguran di Amerika Melonjak

Harga emas rebound setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan.
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US$1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi./Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US$1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas acuan global menguat pada akhir perdagangan Jumat (2/9/2022) waktu setempat, menghentikan kerugian selama lima hari berturut-turut didorong oleh dolar AS yang lebih lemah setelah tingkat pengangguran di Amerika Serikat untuk Agustus sedikit lebih tinggi dari perkiraan.

Mengutip Antara, Sabtu (3/9/2022), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$13,30 atau 0,78 persen menjadi ditutup pada US$1.722,60 per ounce. Namun selama sepekan harga emas Comex untuk kontrak Desember 2022 merosot 1,6 persen, mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Sebelumnya, harga emas berjangka terpangkas US$16,90 atau 0,98 persen menjadi US$1.709,30 pada Kamis (1/9/2022), setelah tergelincir US$10,1 atau 0,58 persen menjadi US$1.726,20 pada Rabu (31/8/2022), dan jatuh US$13,4 atau 0,77 persen menjadi US$1.736,30 pada Selasa (30/8/2022).

Rebound emas pada Jumat (2/9/2022) terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan untuk Agustus dalam laporan penggajian non-pertanian (non-farm payroll/NFP).

Laporan penggajian non-pertanian Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Amerika Serikat menambahkan 315.000 pekerjaan baru pada Agustus, lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Dan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7 persen pada Agustus dari 3,5 persen pada Juli, juga lebih tinggi dari ekspektasi pasar.

"Emas bernafas lega setelah angka pekerjaan Agustus membantunya ditutup di atas support yang sebelumnya ditembus 1.700 dolar AS," kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Namun demikian, dia mencatat bahwa sentimen The Fed yang berupaya untuk menempatkan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan September, akan tetap memberikan tekanan terhadap emas.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (2/9/2022) bahwa pesanan pabrik AS turun 1,0 persen pada Juli setelah meningkat 1,8 persen pada Juni, memberikan dukungan tambahan untuk emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 21,5 sen atau 1,22 persen, menjadi ditutup pada US$17,881 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$12,8 atau 1,59 persen, menjadi ditutup pada US$818,3 per ounce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper