Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Merugi, Bengkel Pesawat Garuda GMF Aero Asia (GMFI) Absen Bagi Dividen

Tahun ini, GMF Aero Asia akan melakukan ekspansi untuk menambah kapasitas hanggar dan memfokuskan ke segmen defense industry.
Anitana Widya Puspa & Rinaldi Mohammad Azka
Anitana Widya Puspa & Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 September 2022  |  03:20 WIB
Masih Merugi, Bengkel Pesawat Garuda GMF Aero Asia (GMFI) Absen Bagi Dividen
Pilot dan kru pesawat memberi penghormatan terakhir kepada pesawat Garuda Boeing 747-400 di Hanggar 4 GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Senin (9/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) menyampaikan untuk tak membagikan dividen pada tahun buku 2021.

“Tidak ada pembagian dividen, karena kami masih mengalami kerugian di tahun 2021,” kata Direktur Utama GMF Aero Asia Andi Fahrurrozi, Jumat (2/9/2022).

Sementara itu, menghadapi 2022, GMFI tetap memiliki rencana melakukan ekspansi dalam waktu dekat. Ekspansi tersebut, terutama dalam menambah kapasitas hanggar dan memfokuskan ke segmen defense industry.

Pasalnya, saat ini di segmen airframe maintenance, kapasitas bengkel sudah penuh dengan permintaan untuk reaktivasi pesawat domestik, pesawat-pesawat kargo, dan widebody dari luar negeri.

Dalam upaya ekspansi, perseroan seminimal mungkin untuk menggelontorkan dana investasi. Salah satunya dengan melakukan kerja sama.

"Jadi dengan strategi kita menahan investasi tapi kita akan ekspansi. Kami memiliki konsep sebagai MRO operator," imbuhnya.

GMFI sudah memulai sejumlah pembicaraan dengan pemilik hanggar supaya bisa mengoperasikan hanggar-hanggar mereka dengan GMF sebagai operator.

Hingga Semester I/2022,realisasi penyerapan belanja modal perseroan mencapai US$43.000. minimnya serapan belanja modal seiring dengan strategi menahan kebijakan untuk investasi. Investasi, tekan Andi, hanya digunakan untuk prioritas saja, terutama untuk penggantian peralatan yang lama dan dana tersebut digunakan pembaruan perlengkapan produksi.

Adapun berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2021, emiten bersandi GMFI ini mencatatkan penurunan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 61,25 persen dari US$328,78 juta pada 2020 menjadi US$127,39 juta pada 2021.

Pada tahun 2021, GMFI mengalami penurunan pendapatan 17,03 persen menjadi US$210,59 juta dari US$253,84 juta. Pendapatan usaha dari seluruh lini bisnis mengalami penurunan, jasa reparasi dan overhaul turun 16,81 persen menjadi US$145,69 juta, jasa perawatan turun dari US$52,61 juta menjadi US$47,81 juta, sementara operasi lainnya turun 34,5 persen menjadi US$17,07 juta.

Seiring penurunan pendapatan tersebut, beban usaha GMFI juga menciut, dengan rincian beban pegawai turun menjadi US$91,99 juta dari US$117,5 juta per 2020. Beban material menciut drastis dua kali lipat dari US$102,59 juta menjadi US$50,14 juta pada 2021. Beban subkontrak dan penurunan nilai aset juga menyusut signifikan menjadi masing-masing US$54,76 juta dan US$53,65 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

GMFI gmf aeroasia dividen
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top