Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Marak Penipuan Kripto, FBI Peringati Investor Hati-hati pada Platform Ini

FBI mengamati penjahat dunia maya mengeksploitasi kerentanan dalam kontrak pintar yang mengatur platform DeFi untuk mencuri kripto investor.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 30 Agustus 2022  |  23:28 WIB
Marak Penipuan Kripto, FBI Peringati Investor Hati-hati pada Platform Ini
Investor memantau pergerakan harga kripto melalui ponselnya di Jakarta, Minggu (20/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Intelijen Federal AS (FBI) telah mengeluarkan peringatan baru bagi investor yang terlibat dalam platform keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi). Sebab, platform kripto ini telah telah menjadi sarang penipuan.

Platform DeFi adalah salah satu sektor dengan pertumbuhan aset kripto tercepat di dunia. DeFi merupakan bentuk keuangan berbasis blockchain yang tidak bergantung pada perantara keuangan pusat.

Platform ini dianggap memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi pasar dan mendemokratisasi akses ke layanan keuangan.

Persoalannya, DeFi telah menjadi ruang yang semakin populer pula bagi pelaku kejahatan. FBI mengatakan bahwa eksploitasi kejahatan di ruang DeFi telah menyebabkan investor kehilangan uang.

FBI mengamati penjahat dunia maya mengeksploitasi kerentanan dalam kontrak pintar yang mengatur platform DeFi untuk mencuri kripto investor.

“Kriminal umumnya mengeksploitasi platform DeFi dengan memulai kerentanan pinjaman kilat, mengeksploitasi verifikasi tanda tangan, atau dengan memanipulasi perdagangan” kata FBI dikutip dari Coindesk, Selasa (30/8/2022).

FBI memberi contoh kasus peretas menggunakan kerentanan verifikasi tanda tangan untuk menjarah kripto senilai US$321 juta dari token Wormhole Bridge pada Februari.

Menurut analisis dari perusahaan keamanan blockchain CertiK, sejak awal tahun ini sudah ada lebih dari US$1,6 miliar kripto yang telah dieksploitasi dari ruang DeFi. Angkanya melebihi total kripto curian pada 2020 dan 2021 jika digabungkan.

Bedasarkan laporan dari perusahaan analisis blockchain Chainalysis, antara Januari dan Maret 2022, penjahat siber telah mencuri US$1,3 miliar cryptocurrency. Sementara, hampir 97 persen di antaranya dicuri dari platform DeFi.

Untuk itu, dalam pengumuman layanan publik 29 Agustus, FBI memperingatkan agar investor berhati-hati di ruang kripto ini. FBI menyarankan investor untuk melakukan penelitian yang rajin tentang platform Defi sebelum menggunakannya.

FBI juga mendesak platform DeFi meningkatkan pemantauan dan pengujian kode dengan ketat karena selama ini repositori kode sumber terbuka memungkinkan akses tak terbatas ke semua individu, termasuk mereka yang berniat jahat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mata uang kripto aset kripto kejahatan siber cryptocurrency
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top