Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sritex (SRIL) Cetak Pendapatan Rp5,1 Triliun, Rugi Bersih Turun Semester I/2022

Sritex mencatatkan penjualan US$348,8 juta atau setara Rp5,16 triliun sepanjang semester I/2022, dan menekan kerugian.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 29 Agustus 2022  |  14:50 WIB
Sritex (SRIL) Cetak Pendapatan Rp5,1 Triliun, Rugi Bersih Turun Semester I/2022
Seorang karyawan tengah memeriksa mesin di pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk. Sritex mencatatkan penjualan US348,8 juta atau setara Rp5,16 triliun sepanjang semester I/2022, dan menekan kerugian. - sritex.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex mencetak penurunan penjualan sepanjang semester I/2022.

Sritex mencatatkan penjualan sebesar US$348,8 juta atau setara Rp5,16 triliun (kurs Jisdor Rp14.814 per dolar AS) sepanjang enam bulan pertama 2022. Penjualan ini tercatat turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$526,2 juta.

Penjualan SRIL dikontribusikan dari pemintalan sebanyak US$208 juta, pertenunan US$59,9 juta, finishing kain US$54,6 juta, dan konveksi sebesar US$26,1 juta.

Turunnya penjualan perseroan juga turut menurunkan beban pokok penjualan 52 persen menjadi US$355,9 juta, dari US$742,3 juta.

Besar beban pokok penjualan tersebut membuat SRIL mencatatkan rugi bruto sebesar US$70 juta di semester I/2022. Rugi bruto ini lebih kecil bila dibandingkan semester I/2021 yang sebesar US$198,1 juta.

Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk SRIL juga tercatat turun menjadi US$60,2 juta atau sebesar Rp891,9 miliar, dari US$886,1 juta di semester I/2021.

Adapun hingga akhir Juni 2022, SRIL mencatatkan jumlah aset sebesar US$1,13 miliar, naik dari akhir Desember 2021 sebesar US$1,2 miliar.

Jumlah liabilitas perseroan turun menjadi US$1,59 miliar di 30 Juni 2022, dari US$1,63 miliar di 31 Desember 2021. Sementara itu, jumlah ekuitas yang mengalami defisit modal naik menjadi minus US$459,9 juta di enam bulan pertama 2022, dari minus US$398,8 juta di akhir 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sril sritex sri rejeki isman Kinerja Emiten tekstil
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top