Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyebab Laba Digital Mediatama DMMX Anjlok 91 Persen Semester I/2022

Laba bersih DMMX anjlok 91,2 persen, dibanding semester I/2021 yang sebesar Rp115,8 miliar, menjadi Rp10,1 miliar di semester I/2022.
Ilustrasi. Bumilangit Pictures. Laba bersih DMMX anjlok 91,2 persen, dibanding semester I/2021 yang sebesar Rp115,8 miliar, menjadi Rp10,1 miliar di semester I/2022. /istimewa
Ilustrasi. Bumilangit Pictures. Laba bersih DMMX anjlok 91,2 persen, dibanding semester I/2021 yang sebesar Rp115,8 miliar, menjadi Rp10,1 miliar di semester I/2022. /istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten distribusi produk digital PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX) mencatatkan peningkatan pendapatan sepanjang enam bulan pertama 2022. Akan tetapi, laba bersih emiten berkode saham DMMX ini turun sepanjang semester I/2022.

DMMX mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp924,2 miliar di enam bulan pertama 2022. Penjualan ini meningkat 154,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp363,5 miliar.

Pendapatan perseroan diperoleh dari trade marketing sebesar Rp712,4 miliar, grosir digital Rp130,5 miliar, perangkat keras Rp44,9 miliar, dan jasa pengelolaan Rp10,9 miliar.

Lalu pendapatan dari konten dan hiburan sebesar Rp1,39 miliar, serta pendapatan dari platform dan bursa iklan Rp842,3 juta.

Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan tercatat meningkat dari Rp335,1 miliar, menjadi Rp885,3 miliar di semester I/2022, atau naik 164,1 persen.

Meski beban pokok pendapatan naik, MCAS tercatat masih membukukan laba kotor sebesar 37,12 persen, menjadi Rp38,9 miliar, dari Rp28,4 miliar secara tahunan.

Akan tetapi, laba bersih perseroan tercatat anjlok 91,2 persen, dibanding semester I/2021 yang sebesar Rp115,8 miliar, menjadi Rp10,1 miliar di semester I/2022.

Turunnya laba bersih DMMX akibat turunnya laba investasi lainnya dari Rp105 miliar di semester I/2021, menjadi hanya Rp1,56 miliar di semester I/2022.

Adapun hingga semester I/2022, MCAS mencatatkan total aset senilai Rp1,1 triliun, dari Rp1,08 triliun di akhir 2021.

Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp154,18 miliar hingga akhir Juni 2022, naik dibandingkan Rp134,4 miliar di akhir Desember 2021.

Sementara itu, total ekuitas perseroan naik menjadi Rp962,13 miliar di enam bulan pertama 2022, dibanding Rp951,3 miliar di akhir Desember 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper