Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Regulator Hong Kong Selidiki AMTD Group, Saham Terbang 32.000 Persen Usai IPO

Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC) Hong Kong pernah menggeledah kantor AMTD Group dan rumah Calvin Choi pada Februari 2021.
Saham AMTD Digital di Wall Street.
Saham AMTD Digital di Wall Street.

Bisnis.com, JAKARTA – AMTD Group Co. yang berada di balik penawaran umum perdana (intial public offering/IPO) saham AMTD Digital menarik pengawasan regulator Hong Kong, setelah Wall Street dikejutkan dengan melambungnya saham AMTD Digital hingga 32.000 persen pasca pencatatan saham perdananya.

Mengutip Bloomberg, Kamis (18/8/2022), AMTD Group dijalankan oleh mantan bankir UBS Group Calvin Choi. Sekalipun AMTD Digital mencatat pendapatan hanya US$25 juta pada tahun yang berakhir April 2021, kapitalisasi pasar AMTD Digital secara singkat melonjak di atas US$400 miliar pada awal Agustus tahun ini, melampaui raksasa keuangan AS seperti Goldman Sachs Group Inc. dan JPMorgan Chase & Co.

Sumber Bloomberg menyebutkan Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC) Hong Kong pernah menggeledah kantor AMTD Group dan rumah Choi pada Februari 2021. Selanjutnya penyelidik terus bergerak mencari pengaturan terkait underwriting pada November 2021.

Adapun lingkup penuh dan status penyelidikan saat ini tidak jelas. Sebagai catatan, beberapa penyelidikan SFC tidak pernah menghasilkan tuntutan dan mereka yang melakukannya seringkali membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dipublikasikan.

Pengawasan regulator menambah serangkaian kontroversi dalam beberapa tahun terakhir yang melibatkan Choi. Dia pernah mengajukan banding atas keputusan SFC yang melarangnya dari industri sekuritas selama dua tahun. Larangan ini, menurut SFC dikarenakan konflik kepentingan saat Choi terlibat sebagai pembuat kesepakatan UBS.

Salah satu entitas China Minsheng Investment Group (CMIG), yang membeli saham besar di AMTD Group pada 2015, secara terbuka menuduh Choi melakukan penipuan keuangan, bahkan memasang poster dengan wajahnya di jalan-jalan Hong Kong, menurut laporan Caixin pada 2020. Tidak jelas apakah CMIG mengambil langkah hukum lebih lanjut.

Choi, yang tidak menanggapi panggilan telepon Bloomberg, telah mengajukan banding atas keputusan SFC dan pengadilan akan mengadili kasus tersebut pada Desember tahun ini. Pada September 2020, dia mengatakan kepada surat kabar Tai Kung Pao bahwa tuduhan dari CMIG tidak benar dan dia tidak pernah memiliki wewenang atas dana CMIG.

Sebagai informasi, Otoritas bursa saham Hong Kong pada Juni 2021 memberikan sanksi kepada dua eksekutif di IntelliCentrics Global setelah perusahaan tersebut menggunakan lebih dari 90 persen dari hasil IPO 2019 untuk membeli surat utang (promisorry notes) luar negeri melalui AMTD. Bursa Hong Kong mencatat bahwa perusahaan telah mengatakan pembeliannya merupakan tindakan sementara untuk mengelola hasil IPO.

Meski begitu, Bursa Hong Kong menemukan bahwa perusahaan dan dua direktur eksekutif telah melanggar aturan. China Bright Culture Group, perusahaan televisi, menginvestasikan US$70,8 juta, atau 60 persen dari jumlah yang diperoleh dari penjualan saham di Hong Kong dalam surat promisorry notes yang dikeluarkan oleh L.R. Capital Property Investment Ltd.

L.R. Capital Property beralamat di Kepulauan Cayman, atau alamat yang sama dengan L.R. Capital Management Co., di mana ayah Choi memegang saham hingga Desember 2021.

Menurut sumber Bloomberg dengan pengetahuan tentang bagaimana AMTD mengatur kesepakatan, perusahaan bekerja dengan investor terpilih untuk menutupi kekurangan permintaan IPO. Setelah IPO, perusahaan yang baru terdaftar akan menginvestasikan jumlah yang sama ke dalam produk kekayaan yang dikelola oleh perusahaan terkait dengan AMTD.

Jika saham emiten baru itu naik setelah IPO, investor akan menjual dan membagi keuntungannya dengan emiten tersebut. Underwriter IPO kemudian akan menebus investasinya dalam produk kekayaan terkait AMTD. Bahkan AMTD juga setuju untuk menutupi potensi kerugian yang diderita oleh investor terpilih dalam IPO.

Dokumen yang dilihat oleh Bloomberg News menunjukkan hubungan dekat antara AMTD dengan beberapa investor. Tiga perusahaan yang berinvestasi dalam satu IPO baru-baru ini yang ditanggung oleh AMTD, misalnya, berbagi sekretaris perusahaan yang sama dan dua di antaranya terdaftar di alamat Hong Kong yang sama.

AMTD Digital adalah salah satu dari setidaknya tujuh perusahaan asal Hong Kong atau China daratan yang mengalami lonjakan harga liar setelah listing di AS tahun ini.

Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler telah berulang kali memperingatkan tentang risiko berinvestasi di perusahaan China dan pekan lalu mengatakan regulator memperhatikan pergerakan pasar liar, tanpa secara khusus menyebutkan perusahaan mana pun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper