Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Reli Pasar Kripto Tersendat Meski Banyak Sentimen Positif, Apa Sebabnya?

Reli di pasar kripto terpantau sedikit terhambat selama sepekan ini meski dihujani banyak sentimen positif.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Agustus 2022  |  11:10 WIB
Reli Pasar Kripto Tersendat Meski Banyak Sentimen Positif, Apa Sebabnya?
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Reli di pasar kripto terpantau sedikit terhambat selama sepekan ini meski dihujani banyak sentimen positif.

Mengutip data CoinMarketCap, Minggu (14/8/2022) harga Bitcoin (BTC) terpantau melemah 0,77 persen ke level US$24.579,35. Sementara itu, harga sejumlah altcoin terpantau ikut turun, yakni Ethereum (ETH) melemah 0,08 persen menjadi US$1,986,51, solana (SOL) turun 0,09 persen di level US$46,78.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengatakan pasar kripto mulai kehabisan tenaga untuk reli, walaupun masih dihujani segudang sentimen positif. Sejatinya, sentimen makroekonomi masih bisa menjadi angin segar bagi market kripto, setelah Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1 persen kini hanya 8,5 persen pada Juli 2022.

"Pasar tampak mulai goyah pada Jumat lalu. Padahal, jika dilihat dari sisi sentimen positif masih banyak yang bisa mendorong laju market ke reli selanjutnya. Terlebih indeks inflasi AS turun, data itu mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5 persen masih jadi salah satu yang tertinggi," kata Afid dikutip dari keterangan resminya, Minggu (14/8/2022).

Melihat data tersebut, investor optimistis bahwa siklus inflasi tinggi AS sudah mencapai puncaknya. Sehingga mereka berharap bank sentral AS, The Fed, mulai bersikap lunak dalam melakukan kebijakan suku bunganya. Namun, hal tersebut belum mampu membuat gerak laju market kuat naik.

Sementara dari sisi ekosistem, sentimen positif datang dari Ethereum yang Kamis (11/8/2022) kemarin mengumumkan telah sukses menginstalasi pembaruan di salah satu jaringan uji cobanya bernama Goerli. Uji coba ini merupakan testnet paling akhir, sebelum jaringan utama Ethereum mengalami pembaruan bernama The Merge pada September mendatang.

"Suksesnya Goerli sedikit membantu harga ETH tidak terpengaruh market yang lesu. Walau alami sedikit kenaikan, ETH mampu bertahan dan sentimen positif ke depan bisa mendorong harganya," ucap Afid.

Menurut Afid, faktor utama yang membuat pasar lesu menjelang akhir pekan ke-2 Agustus ini adalah trader yang memulai masif melakukan aksi profit taking atau ambil untung, sehingga membuat investor lain menghentikan akumulasinya.

"Banyak sentimen positif gagal menjadi berkah bagi market kripto. Banyak trader yang sepertinya bergerak cepat melakukan aksi profit taking, karena penguatan yang membuat harga aset kripto tinggi kemarin. Kuat diguaan, mereka melakukan aksi itu karena yakin harga aset kripto benar-benar telah mencapai titik bottom-nya," terangnya.

Di sisi lain, kinerja saham AS juga variatif dengan kecenderungan menurun. Hal ini terjadi karena kinerja saham-saham teknologi, seperti Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft alami penurunan. Ini juga yang membuat investor kurang berselera masuk ke market kripto.

Dari analisis teknikal, gerak level support Bitcoin berada pada resistance sebelumnya di level US$23.362 sebagai penahan jika harga BTC meneruskan penurunannya. Namun, apabila harga Bitcoin pullback dan kembali naik, target kenaikan masih berada di level US$25.232.

Sementara, Afid mengatakan Ethereum masih mampu mempertahankan laju bullish-nya. Pergerakan harga ETH masih mencoba untuk breakout dari area supply yang menjadi kunci dan konfirmasi untuk kenaikan lebih lanjut.

“Jika harga ETH berhasil breakout, target bullish selanjutnya berada di level US$2.009. Level support kuat masih di US$1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi koreksi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mata uang kripto aset kripto bitcoin Ethereum
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top