Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Unjuk Gigi Jelang Data Inflasi

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,12 persen atau turun 18 poin sehingga berada di posisi Rp14.870 per dolar AS.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 Agustus 2022  |  16:00 WIB
Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Unjuk Gigi Jelang Data Inflasi
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,12 persen atau turun 18 poin sehingga berada di posisi Rp14.870 per dolar AS. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA —Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada Rabu (10/8/2022). Pada saat yang sama, mata uang lain di kawasan Asia ditutup bervariasi.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,12 persen atau turun 18 poin sehingga berada di posisi Rp14.870 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,09 persen atau 0,099 poin ke level 106,15.

Sejumlah mata uang lain di kawasan Asia terpantau turut melemah yakni peso Filipina turun 0,13 persen, won Korea Selatan 0,47 persen, dan yuan China melemah 0,08 persen

Sementara itu, yen Jepang terpantau menguat 0,07 persen, dolar Singapura menguat 0,07 persen, dan rupee India menguat 0,23 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam riset hariannya, Rabu (10/8/2022), menyebutkan mata uang utama cenderung stabil karena para pedagang enggan bertaruh besar menjelang data inflasi AS yang akan menentukan kebijakan suku bunga The Fed beberapa bulan ke depan.

Menjelang pengumuman data inflasi, para ekonom memperkirakan inflasi tahunan AS pada Juli 2022 akan mencapai 8,7 persen atau melandai dibandingkan dengan Juni yang menyentuh 9,1 persen. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan sebesar 0,5 persen secara bulanan.

Di dalam negeri, gejolak harga komoditas sejauh ini belum terlalu berdampak pada inflasi Indonesia karena harga sejumlah barang diatur oleh pemerintah dengan menggunakan sejumlah instrumen fiskal seperti pajak, subsidi, dan insentif untuk menghadapi situasi ini.

Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menjadi bantalan dan shock absorber untuk melindungi masyarakat terhadap melonjaknya harga-harga komoditas. Sebagai contoh, pemerintah menggunakan kebijakan pelarangan ekspor dan instrumen pajak ekspor untuk stabilisasi harga minyak goreng domestik akibat meningkatnya harga CPO di pasar internasional.

“Meski harga komoditas bergejolak, Indonesia mendapatkan berkah dari lonjakan harga tersebut dan ini menjadi bagian terpenting bagi pendapatan negara yang sampai saat ini bisa menopang subsidi dan kompensasi serta bisa menjaga ritme harga BBM bersubsidi, walaupun negara-negara lainnya menaikan harga BBM,” kata Ibrahim.

Dia menilai kebijakan pemerintah sejauh ini telah cukup melindungi lapisan masyarakat bawah. Anggaran subsidi dan kompensasi energi pada 2022 mencapai Rp502 triliun dan alokasi ini didukung oleh naiknya penerimaan negara karena harga komoditas yang naik.

Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan rupiah akan dibuka fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp14.850—Rp14.910.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah dolar as Inflasi the fed
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top