Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Berakhir Melesat, Nasdaq Naik 3 Persen

Laporan kinerja yang solid dari Moderna Inc. dan PayPal Holdings Inc. mendorong Nasdaq 100 naik hampir 3 persen.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  05:48 WIB
Wall Street Berakhir Melesat, Nasdaq Naik 3 Persen
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg - Michael Nagle
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham di Amerika Serikat berakhir dengan melesat pada perdagangan Rabu (3/8/2022) waktu setempat menghentikan penurunan dua hari sebelumnya karena pendapatan emiten dan data ekonomi lebih baik dari yang diharapkan.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (4/8/2022), indeks Dow Jones Industrial Average melejit 1,29 persen atau 416,33 ke 32.812,50, S&P 500 naik 1,56 persen ke 63,98 ke 4.155,17, dan Nasdaq melesat 2,59 persen atau 319,40 ke 12.668,16.

Laporan kinerja yang solid dari Moderna Inc. dan PayPal Holdings Inc. mendorong Nasdaq 100 naik hampir 3 persen, membawanya ke level yang terakhir terlihat pada Mei 2022.

“Sekarang kita sudah mencapai 70 persen di musim pelaporan pendapatan, pasar AS dapat dengan jelas mengatakan bahwa bukan earnings Armageddon yang ditakuti banyak orang,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar B. Riley Wealth.

Laju obligasi pemerintah AS juga turut memangkas kerugian karena para pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun didorong melewati 2,80 persen sebelum jatuh ke 2,70 persen karena investor mengkalibrasi ulang ekspektasi untuk jalur kenaikan suku bunga The Fed.

Data terbaru juga meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi yang lebih luas karena pertumbuhan di sektor jasa AS secara tak terduga menguat ke level tertinggi tiga bulan di bulan Juli.

Treasuries AS telah reli minggu lalu setelah Ketua Jerome Powell mengisyaratkan bahwa laju kenaikan suku bunga di masa mendatang mungkin melambat akhir tahun ini, meningkatkan peluang untuk pemotongan tahun depan dalam langkah-langkah yang tersirat di pasar.

Tetapi beberapa pemimpin Fed sejak itu mengatakan bank sentral masih jauh dari selesai dengan pengetatan dan tetap fokus pada upaya penurunan inflasi yang terpanas dalam empat dekade.

“Jika ada perubahan nada oleh anggota Fed, itu mirip dengan orang tua yang akhirnya memberi tahu anak-anak bahwa Anda sudah memiliki cukup permen, tidak lebih,” tulis Peter Boockvar, kepala investasi di Bleakley Financial Group.

Dia mengibaratkan selama beberapa dekade sebelumnya The Fed selalu memberi pasar lebih banyak ‘permen’.

Pasar juga agak lebih tenang dari ketegangan AS-China setelah Ketua DPR Nancy Pelosi meninggalkan Taiwan. Kunjungannya telah memicu tanggapan marah dari China, dan pasar berada di ujung tanduk menjelang kedatangannya pada Selasa lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street nasdaq indeks S&P 500 dow jones

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top