Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Konsumer INDF, ICBP & SIDO Loyo Usai Data Inflasi, Begini Prospeknya

Saham konsumer berkapitalisasi besar seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) kompak turun.
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk./indofood.com
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk./indofood.com

Bisnis.com, JAKARTA — Mayoritas saham-saham emiten barang konsumsi terpantau melemah pada awal perdagangan Selasa (2/8/2022), sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 0,26 persen ke level 6.950,84 pada pukul 09.30 WIB. IHSG sempat mencapai level tertingginya pada perdagangan hari ini di 6.988,34.

Pelemahan IHSG didorong oleh turunnya saham-saham di sektor energi sebesar 2,02 persen, kemudian saham consumer non-cyclical melemah 0,63 persen, industri dasar turun 0,63 persen, transportasi turun 0,54 persen, dan consumer cyclical melemah 0,28 persen.

Saham konsumer berkapitalisasi besar seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) kompak turun masing-masing sebesar 3,26 persen dan 1,12 persen. Belum lagi saham produsen tolak angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) yang merosot 6,51 persen. 

Saham emiten unggas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) juga turun 2,13 persen ke harga 5.750 dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) terkoreksi 0,68 persen ke harga 1.456.

Sementara itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menguat 0,44 persen dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menguat 0,55 persen.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan emiten-emiten barang konsumer masih diuntungkan dengan permintaan yang membaik, seiring dengan momentum pemulihan ekonomi yang berlanjut. Namun, kenaikan inflasi, harga komoditas dan bahan baku bakal tetap menjadi tantangan.

“Emiten perlu melakukan penyesuaian harga ke konsumen. Memang tidak semua bisa pass-out langsung ke konsumen, sehingga tiap emiten akan menyesuaikan dengan strategi masing-masing agar tetap menjaga kinerja penjualan,” katanya, dikutip Selasa (2/8/2022).

Nico mengemukakan kenaikan harga bahan baku telah berdampak ke kinerja sejumlah emiten yang telah melaporkan kinerja semester I/2022. Dia memberi contoh pada kinerja UNVR yang tumbuh terbatas karena perlambatan pertumbuhan di segmen produk home and personal care serta foods and refreshment.

“Oleh sebab itu, ini akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi saham di sektor ini untuk dapat bertahan dan mencatatkan kinerja yang positif,” katanya.

Adapun beberapa saham di sektor konsumer yang direkomendasikan Nico adalah ICBP dengan target harga 11.300 dan INDF dengan target harga 8.680

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper