Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Putuskan Tak Bagi Dividen, Saham Astrindo (BIPI) Tetap Melaju Kencang

Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) masih mencatatkan kinerja saham yang meningkat meski tidak membagikan dividen tahun buku 2021.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  09:44 WIB
Putuskan Tak Bagi Dividen, Saham Astrindo (BIPI) Tetap Melaju Kencang
Proses pemuatan batu bara ke tongkang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). Bloomberg - Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pengembang infrastruktur batu bara PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), saham berkode BIPI tersebut mengumumkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang telah diselenggarakan pada 27 Juli 2022.

Salah satu keputusan yang ditetapkan yaitu tidak adanya pembagian dividen. Keseluruhan laba bersih BIPI akan digunakan sebagai modal kerja.

“Penggunaan laba bersih perseroan senilai US$14,31 juta selama tahun buku 2021 seluruhnya dibukukan sebagai saldo laba yang belum dicadangkan, untuk memperkuat struktur permodalan,” tulis dewan direksi Astrindo Nusantara, dikutip Senin (1/8/2022).

Namun demikian, BIPI yang tercatat telah berganti nama sebanyak empat kali tersebut mengawali pembukaan perdagangan di posisi Rp220, naik 1,85 persen.

Sebagai informasi, secara year-to-date (ytd) saham BIPI moncer sebesar 352 persen, dari sebelumnya yang senilai Rp50 per lembar sahamnya.

Melonjaknya harga saham BIPI di tahun ini nyatanya tidak lantas mencerminkan keuntungan yang didapat perseroan.

Mengutip laporan keuangan, pendapatan BIPI turun 16,46 persen, dari US$78,51 juta pada 2020 menjadi US$65,59 juta pada 2021.

Laba bersih BIPI pun ikut terkoreksi sebesar 19,05 persen menjadi US$21,89 juta pada 2021, dibandingkan US$27,05 juta pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama BIPI, Ray Anthony Gerungan menjelaskan, selain pandemi, tantangan lain yang dihadapi perseroan yaitu dari segi cuaca yang memengaruhi sisi operasional.

“Dampak La Nina mengakibatkan curah hujan tinggi di beberapa wilayah penambangan milik beberapa klien kami, sehingga turut berdampak pada penurunan produksi tambang batu bara mereka,” ujar Ray.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara bipi Astrindo Nusantara Infrastruktur
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top