Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Naik Daun Sebab Dolar AS Turun, 28 Juli 2022

Harga emas naik untuk hari kedua setelah Federal Reserve dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga, sebuah langkah yang melukai dolar AS.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  08:45 WIB
Live
Harga Emas Hari Ini Berpotensi Naik Daun Sebab Dolar AS Turun, 28 Juli 2022
Karyawan menunjukan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Selasa (19/7/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas naik untuk hari kedua setelah Federal Reserve mengisyaratkan bahwa hal itu dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga, sebuah langkah yang melukai dolar AS dan mendorong imbal hasil Treasury lebih rendah.

Bullion naik ke level tertinggi dua minggu setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada kemarin, Rabu (28/7/20222). Ketua Jerome Powell mengatakan sementara langkah serupa dimungkinkan lagi, laju kenaikan akan melambat di beberapa titik. Menjelang data produk domestik bruto pada hari Kamis, ia menolak spekulasi AS dalam resesi.

Terlepas dari reli pasca pertemuan FOMC, surga tradisional masih menuju kerugian bulanan keempat berturut-turut karena penguatan dolar baru-baru ini dan kenaikan suku bunga telah digabungkan untuk meredupkan daya tarik logam mulia. Kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas menuju penarikan bulanan terbesar sejak Maret 2021.

Komite Pasar Terbuka Federal,"berkomitmen kuat untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen," katanya dalam sebuah pernyataan, mengulangi bahasa bahwa sangat memperhatikan risiko inflasi." Powell mengatakan para pejabat akan menetapkan kebijakan berdasarkan pertemuan demi pertemuan daripada menawarkan panduan eksplisit tentang ukuran langkah selanjutnya.

“Tidak adanya garis waktu khusus yang berkaitan dengan moderasi kenaikan suku bunga masih membawa beberapa bentuk ketidakjelasan,” kata Yeap Jun Rong, ahli strategi pasar di IG Asia Pte. dikutip dari Bloomberg Jumat (29/7/2022).

Menurutnya harga emas naik di tengah harapan bahwa dengan diangkat oleh Powell pada pertemuan tersebut, beberapa pertimbangan sudah ada dan moderasi bisa datang lebih cepat daripada nanti.

“Yang mengatakan, The Fed telah mempertahankan fokusnya yang jelas untuk menjinakkan inflasi dan risiko kenaikan inflasi jelas tetap ada,” kata Yeap. "Ini membawa risiko persistensi inflasi di depan menjaga tekanan bagi The Fed untuk melanjutkan jalur hawkish dan membatasi kenaikan harga emas."

Spot gold naik 0,2% menjadi $1.736,79 per ounce pada 13:28. di London. Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,2%, setelah turun 0,6% di sesi sebelumnya. Perak, platinum, dan paladium maju.

Sementara itu, permintaan perhiasan emas dapat turun hingga 2022 karena pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah di pasar terbesar China dan India, menurut World Gold Council. Permintaan fisik membantu memberikan dasar untuk harga.

08:45 WIB

Harga Emas Pegadaian Naik Tajam

Berdasarkan informasi yang ada pada laman resmi Pegadaian, emas 24 karat cetakan Antam ukuran 1 gram dijual Rp1.013.000 naik Rp12.000 dibandingkan dengan harga hari kemarin.

Sementara untuk ukuran cetakan Antam terkecil yakni 0,5 gram dihargai Rp559.000, naik Rp6.000 dari harga hari sebelumnya.

 

08:05 WIB

Harga Emas Dunia Melonjak

Dikutip dari Antara, kontrak harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus di Divisi Comex New York Exchange menyelesaikan sesi terakhirnya dengan melonjak 31,20 dolar AS atau 1,8 persen, menjadi menetap di 1.750,30 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sesi di 1.755 dolar AS.

Sementara itu kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember meningkat tajam 31,70 dolar AS atau 1,82 persen, menjadi ditutup pada 1.769,20 dolar AS per ounce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini emas Kebijakan The Fed Suku Bunga
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top