Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Harry Tanoe Sebut Ada Rencana Merger MNCN dan BMTR, Target 2023

BMTR dan MNCN akan melakukan studi atas ide rencana merger untuk memastikan aksi tersebut berdampak baik bagi pemegang saham.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  14:38 WIB
Alasan Harry Tanoe Sebut Ada Rencana Merger MNCN dan BMTR, Target 2023
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana merger PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) dengan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) ditargetkan akan berjalan pada tahun depan. 

Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, ada rencana BMTR dan MNCN dimerger, meskipun ini bukan hasil dari RUPST BMTR. Dia mengungkapkan alasan penjajakan merger adalah hierarki harga saham Grup MNC di bidang media yang tidak sesuai harapan.

"Harga saham paling tinggi justru ada di [struktur perusahaan] paling bawah," kata Hary Tanoe dalam RUPST, dikutip dari youtube MNC, Jumat (29/7/2022). 

Hary Tanoe mencontohkan, pada struktur perusahaan PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) sebagai operating company terkait digital adalah perusahaan media Grup MNC dengan harga saham tertinggi, diikuti oleh MNCN yang secara langsung memiliki empat televisi yaitu RCTI, MNCTV, GTV dan iNews.

Dalam skenario merger, nantinya The New BMTR akan memiliki MSIN dan empat TV yang sekarang di bawah MNCN. 

Kondisi harga saham yang kurang optimal tersebut menjadi alasan merger.  "Kami direksi mendiskusikan hal ini dan semoga tahun depan bisa dilakukan merger," jelasnya.

Melalui Instagram pribadinya, Pengamat Pasar Modal Lukas Setia Atmaja  juga mengunggah foto investor kawakan Lo Kheng Hong yang merupakan salah satu pemegang saham BMTR dan Bos Grup MNC Hary Tanoesoedibjo.

“Pak Lo Kheng Hong kemarin ‘berlayar dari Labuan Bajo’ Sampai RUPS BMTR hari ini dan berjumpa dengan Pak @hary.tanoesoedibjo sebagai Direktur Utama BMTR,” tulis Lukas.

Dia lebih lanjut menyebutkan bahwa harga saham BMTR maupun MNCN meningkat signifikan, didorong info mengenai rencana merger BMTR dan MNCN saat RUPS.

BMTR merupakan pemegang saham utama MNCN, yang menguasai 52,67 persen. Selebihnya, pemegang saham publik memegang 47,33 persen saham pengelola stasiun TV RCTI tersebut. 

Di BMTR, Lo Kheng Hong menguasai 6,45 persen saham. Mayoritas saham BMTR dipegang PT MNC Investama Tbk. (BHIT) sebanyak 45,75 persen, kemudian masyarakat 47,8 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

global mediacom media nusantara citra hary tanoesoedibjo merger
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top