Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi untuk Refinancing Utang Dolar AS

Tower Bersama (TBIG) menerbitkan obligasi dalam rangka pembiayaan kembali atau refinancing sejumlah utang dalam mata uang dolar AS.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  09:31 WIB
Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi untuk Refinancing Utang Dolar AS
Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi (kiri) didampingi Direktur Helmy Yusman Santoso memberikan penjelasan, usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten menara, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V TBIG Tahap IV 2022 dengan jumlah pokok sebesar Rp2,2 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi, Selasa (26/7/2022), emiten grup Saratoga ini bakal menerbitkan obligasi tersebut dalam rangka pembiayaan kembali atau refinancing sejumlah utang dengan mata uang dolar AS.

Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipinjamkan oleh perseroan sebesar US$57,5 juta kepada PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP) untuk melakukan pembayaran seluruh kewajiban keuangan SKP.

Kemudian, sisanya sebesar US$89,6 juta kepada PT Tower Bersama (TB) untuk melakukan pembayaran sebagian kewajiban keuangan TB.

Dengan demikian, total utang senilai US$147,1 juta tersebut setara Rp2,2 triliun jika menggunakan kurs Rp15.000.

Lebih lanjut, kedua utang tersebut terkait dengan fasilitas pinjaman revolving dalam US$275 juta Facility Agreement tertanggal 20 Januari 2021 yang akan dibayarkan kepada para kreditur melalui UOB Ltd sebagai Agen.

"Mengingat kewajiban keuangan yang akan dibayarkan dalam mata uang dolar AS, maka dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dikonversi ke mata uang dolar AS pada nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS yang berlaku pada tanggal pembayaran," terangnya.

Lebih lanjut, jika nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan sehingga terdapat sisa dana hasil penawaran umum obligasi, perseroan akan meminjamkan dana tersebut kepada perusahaan anak untuk digunakan sebagai modal kerja, antara lain untuk pembayaran beban keuangan.

Dalam hal nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sehingga dana hasil Penawaran Umum Obligasi tidak mencukupi memenuhi rencana tersebut, perseroan akan menggunakan sumber kas internal.

Adapun, sebelum obligasi Rp2,2 triliun ini terbit, TBIG telah menerbitkan Rp4,85 triliun dalam rangka Obligasi Berkelanjutan V ini.

Lebih lanjut, obligasi Rp2,2 triliun kali ini bakal diterbitkan tanpa warkat dengan 2 seri, yakni Seri A dan Seri B.

Rinciannya Seri A diterbitkan dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp1,47 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 4,1 persen per tahun yang berjangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi.

Sementara itu, Seri B diterbitkan dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp721,39 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,35 persen per tahun yang berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi.

Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan dengan pembayaran pertama pada 11 November 2022, sedangkan obligasi terakhir sekaligus pelunasan dibayarkan pada 21 Agustus 2023 untuk obligasi Seri A dan 11 Agustus 2025 untuk obligasi seri B.

Penerbitan obligasi ini telah mendapatkan peringkat AA+ atau double A plus dari Fitch Ratings Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tower bersama saratoga investama sedaya Obligasi refinancing
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top